Sabtu, 6 Juni 2020

Dewan Sebut Rencana Pembangunan Fly Over Simpang Mayang Belum Siap Secara Teknis


Selasa, 12 November 2019 | 08:15:12 WIB


Pimpinan DPRD Provinsi Jambi saat menggelar jumpa pers terkait rencana pembangunan fly over Simpang Mayang, Kota Jambi
Pimpinan DPRD Provinsi Jambi saat menggelar jumpa pers terkait rencana pembangunan fly over Simpang Mayang, Kota Jambi / metrojambi.com

 JAMBI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Edi Purwanto, Senin (11/11/2019), menggelar konfrensi pers terkait rencana pembangunan fly over Simpang Mayang, Kota Jambi.

Edi yang didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Rocky Candra dan Pinto Jayanegara, menyampaikan rencana pembangunan fly over Simpang Mayang tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda.

Disebutkan Edi, keputusan penundaan tersebut diambil setelah adanya laporan kesepakatan dari Komisi III Bidang Insfrastruktur Pembangunan. Setidaknya ada 9 kajian secara teknis belum siap.

"Banyak faktor yang melatarbelakangi penundaan itu. Diantaranya kesiapan dari pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi itu sendiri. Seperti izin amdalnya, pembebasan lahan, kemudian apakah fisibility statusnya sudah lengkap," sebut Edi.

"Dengan demkian, teman-teman (Komisi III, red) menganggap ini belum bisa dilanjutkan. Tetapi sekali lagi, ini belum clear, belum selesai. Karena masih harus dibahas di saat putusan Badan Anggaran (Banggar) di tanggal 23 nanti. Intinya DPRD tidak menghambat pembangunan Provinsi Jambi," ujar Edi menambahkan.

Edi juga mengatakan, dalam pembebasan lahan saja masih terdapat 4 titik yang belum selesai hingga saat ini. Ditambah lagi mengenai tiang-tiang listrik yang belum dianggarkan.

"Secara teknis kita tanyakan memang belum siap, belum lagi masalah waktu yang dipaksa 1 tahun. Jika tak terselesaikan, yang menanggung siapa? Coba bayangkan, membangun jalan yang ramai begitu setiap harinya orang lalu lalang. Jadi dikhawatirkan dengan durasi 1 tahun nggak selesai, sedangkan Gentala Arasy dan Jembatan Pedestrian saja membutuhkan 3 tahun penyelesaian. Akibatnya tahu sendirilah," beber Edi.

Sementara itu, Rocky Candra menambahkan, devisit anggaran yang cukup besar, yakni mencapai hampir Rp 200 miliar ini membuat dewan berpendapat, kemacetan yang terjadi di Simpang Mayang itu masih bisa diurai. Seperti melalui pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas.

"Jadi belum terlalu urgent. Saat devisit anggaran, kita melaksanakan mega project yang besar. Harusnya mega project ini dapat dilaksanakan secara multiyear," imbuhnya.

Oleh karenanya, Rocky meminta Dinas PUPR agar mengkaji kembali secara mendalam terkait hal tersebut. Sejatinya jika melihat dari ibukota berkembang lainnya, fly over yang dimaksud adanya di perempatan, bukan pertigaan.

Dirinya pun berharap melalui tiga putra terbaik Jambi yang saat ini duduk di Komisi V DPR RI, dapat menganggarkan melalui dana APBN untuk membantu pembangunan fly over Jambi.

"Belum pernah saya melihat fly over yang ada dsiimpang 3. Jadi butuh kajian yang lebih mendalam lagi dari PUPR untuk melaksanakan pembangunan fly over ini," tegasnya.

Senada dengan Edi Purwanto dan Rocky Candra, Pinto Jayanegara menilai fly over belum begitu mendesak. Namun lebih fokus pada insfrastruktur lainnya semisal masih begitu banyak jalan rusak yang belum sempurna pengerjaannya.

"Lebih penting mana yang perlu diperbaiki dulu. Semoga kita semua dapat berfikir jernih dan transparan," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments