Kamis, 5 Desember 2019

Miniatur Rumah Larik di Sungai Penuh Akan Dijadikan Wisata Budaya


Rabu, 13 November 2019 | 09:27:33 WIB


/ metrojambi.com

SUNGAIPENUH - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, akan membangun rumah contoh (miniatur) rumah adat larik di Kota Sungai Penuh.

Bahkan saat ini, rumah contoh adat larik akan telah dibangun tepatnya di Kantor Camat Sungai Bungkal.

Kasubid Pembinaan Kepercayaan Yang Maha Esa dan Tradisi, Suharti mengatakan bahwa pihaknya bersama Disporabudpar Kota Sungai Penuh, telah empat hari berada di Sungai Penuh membuat miniatur rumah larik mulai dari awal cara pengambilan kayu, hingga berdirinya bangunan. "Dalam pembangunan ini, melibatkan siswa dan para adat," ujarnya.

Dengan tujuan, pembangunan rumah contoh, rumah adat larik ini untuk melestarikan arsitektur rumah tradisional yang ada di Indonesia.

"Kita juga ingin mengenalkan kepada para siswa atau generasi muda, mengenai bahan dan kayu apa yang akan digunakan membangun rumah larik ini," katanya.
Selain itu, pihaknya juga ingin menjelaskan kepada ratusan siswa di Sungai Penuh mengenai ukiran hias dan ukiran yang ada pada tiang atau papan yang akan digunakan untuk membangun rumah adat larik ini.

"Kita membawa para siswa SMK Pembangunan yang ada di Sungai Penuh ini, agar mereka bisa menjadi generasi tukang, karena tukang arsitektur yang bisa membangun rumah tradisional sudah berkurang, makanya mereka bisa menjadi generasi penerus," ungkapnya.

Dengan dibangunnya contoh rumah larik ini, Suharti berharap kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk menghidupkan kembali rumah adat larik dan menanam pohon yang sudah langka.

"Disini nanti akan dijadikan tempat wisata Budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sungai Penuh," pungkasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Zulhelmi, mengatakan bahwa untuk mendorong kelestarian rumah larik ini, ia meminta kepada Pemkot Sungai Penuh akan memprogamkan kepada masyarakat agar menanam pohon yang kayunya nanti dijadikan untuk kayu rumah larik seperti kayu surian.

"Kayu surian semakin langka, maka ini salah satu yang akan kita dorong nantinya," tegasnya.

Sementara itu, sesepuh masyarakat Kota Sungai Penuh, Alimin Dpt mengatakan rumah tradisional Kerinci, yakni umoh laheik atau umoh panja, yang merupakan salah satu arsitektur tradisional dari Kerinci, kini semakin langka, bahkan bisa dikatakan telah punah dan digantikan oleh rumah-rumah dengan bangunan beton yang permanen.

"Penyebabnya telah berubahnya pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi lebih modernis, individualis, dan praktis seperti sekarang, juga karena semakin meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi



comments