Rabu, 11 Desember 2019

Empat Kabupaten di Jambi Adopsi Program PINTAR Tanoto


Rabu, 13 November 2019 | 14:35:50 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Empat Kabupaten di Provinsi Jambi mengadopsi program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) yang di inisiasi oleh Tanoto Foundation.

“Kali ini Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang menjadi mitra Tanoto Foundation setelah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Batanghari,” kata Provincial Coordinator Tanoto Foundation Jambi, Medi Yusva di Jambi, Rabu.

Program PINTAR yang diinisiasi oleh Tanoto Foundation tersebut dalam rangka mendukung pemerintah daerah dalam memberikan layanan yang berkualitas mulai dari pembelajaran, budaya baca, manajemen berbasis sekolah hingga peran serta masyarakat dalam mendukung peningkatan dalam bidang pendidikan.

Kabupaten yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Pada abad ke 21 ini, siswa harus bisa kreatif dan inovatif.

Untuk dapat menjalankan program PINTAR tersebut, Tanoto Foundation memperkenalkan metode MIKiR, yakni mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi. Melalui metode tersebut para guru harus bisa mengintegrasikan masing-masing kategori tindakan, terutama dalam membuat skenario pembelajaran.

“Dalam pembelajaran itu harus ada skenarionya, seperti membuat film. Kalau tidak bagus skenarionya, pembelajaran menjadi tidak menarik bagi siswa dan tujuannya tidak tercapai, metode ini memudahkan guru membuat skenario tersebut,” kata Medi Yusva.

Melalui metode pembelajaran tersebut tenaga pendidik atau guru di sekolah tidak hanya memberikan ceramah dalam setiap melakukan pengajaran di sekolah. Karena metode pembelajaran dengan ceramah dapat mematikan kesempatan siswa memiliki karakter dan keterampilan.

Siswa harus diajak terlibat dalam menemukan pengetahuan dan sering melakukan diskusi untuk menumbuhkan kemampuan bekerja sama dalam tim dalam memecahkan masalah.

Direktur Program PINTAR, Stuart Weston menambahkan, pihaknya berharap setelah guru-guru, terutama para fasilitator daerah mendapatkan pelatihan pada modul pertama, semuanya dapat menerapkan pembelajaran MIKiR di sekolahnya masing-masing.

“Buktikan di masing-masing sekolahnya agar melaksanakan tindak lanjut yang sudah didapat setelah pelatihan nanti, mulai dari budaya baca, pembelajaran, manajemen sekolah hingga peran serta masyarakat,” kata Stuart Weston.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara


comments