Rabu, 11 Desember 2019

Ketua KNPI Minta Pinjaman Pemkab Merangin ke PT SMI Dikaji Ulang


Jumat, 15 November 2019 | 11:07:51 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

BANGKO - Marliyos, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Merangin, angkat bicara terkait rencana peminjaman uang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Menurutnya, jika pinjaman itu bisa menghasilkan untuk masyarakat dan daerah tidak jadi masalah, namun jika pinjaman tersebut membebani daerah sebaiknya Pemkab dan DPRD Mengkaji ulang usulan pinjaman tersebut.

"Bukan berarti kita menolak, kalau pinjaman itu bisa menambah PAD atau menghasilkan bagi daerah tidak masalah, tapi kalau hanya membebani daerah sebaiknya dikaji ulang," ujar Marliyos.

Menurut dia, jika pinjaman tersebut hanya menambah beban daerah, maka daerah akan merugi mengingat banyak hal lain yang harus diperhatikan dilakukan.

"Pinjaman itu, seperti bunga mungkin pasti ada, seandainya kita pinjam 150 M, kalau dikembalikan 170 M maka sebaiknya dikaji lagi, malah lebih bagus lagi jika bunga 20 M itu digunakan untuk kepentingan lain," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Merangin sudah menyetujui rencana Pemkab Merangin untuk ngutang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dewan membolehkan Pemkab untuk melakukan pinjaman sebesar Rp150 miliar.

Kepastian ini disampaikan langsung Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi. Ia mengaku, seluruh fraksi DPRD Merangin sudah setuju Pemkab melakukan hutang kepada PT SMI tersebut. Persetujuan itu diambil setelah dewan menggelar rapat internal, kemarin.

“seluruh fraksi setuju Pemkab melakukan pinjaman sebesar Rp 150 miliar,” kata Herman Efendi.

Ia beralasan, keputusan itu diambil karena DPRD tak ingin disalahkan pemerintah nantinya. "Kalau nanti kita tidak setujui Pemkab melakukan pinjam, nanti kita dibilang menghambat pembangunan," ujar Herman Efendi.

Meski sudah menyetujui pinjaman tersebut, dewan meminta pada pemerintah agar pinjaman uang dengan PT SMI tidak digunakan untuk membangun rumah sakit. Pinjaman itu hanya untuk membangun infrastruktur.

Untuk diketahui, pola pinjaman untuk membangun infrastruktur ini pertama kali dilakukan pemerintah di Provinsi Jambi. Selain Pemkab Merangin, rencana pinjaman ini juga dilakukan Pemkot Jambi. Namun, sampai saat ini belum disetujui dewan.

Sebelumnya, Bupati Merangin Al Haris mengatakan, tujuan peminjaman itu untuk pembangunan rumah sakit umum baru, pembangunan jalan menuju objek wisata dan pembangunan pasar yang baru. Ia bahkan menyebut, pinjaman itu sudah disetujui PT SMI dan tinggal menunggu persetujuan DPRD Merangin.

Dikatakan Al Haris, PT SMI bahkan sudah turun ke Merangin dan mendukung agar Merangin melakukan pinjaman. Namun anggota DPRD Merangin periode sebelumnya, keberatan dengan rencana Pemkab untuk melakukan pinjaman tersebut.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments