Kamis, 12 Desember 2019

Pemkab Kerinci Alokasikan Dana Rp 50 Miliar untuk TPP ASN


Rabu, 09 Januari 2019 | 10:21:55 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci pada tahun 2019 ini mulai memberlakukan Tunjangan Profesi Pegawai (TPP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kerinci.

Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 50 miliar untuk membayar tunjangan ASN. Anggaran itu telah disahkan DPRD Kabupaten Kerinci bersama Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Kerinci.

Kabid Pendataan, Pengembangan Karier dan Penilaian Kinerja BKPSDM Kerinci, Jondri Ali, membenarkan DPRD bersama tim TAPD telah menyetujui pagu anggaran TPP ASN tahun 2019 sebesar Rp 50 miliar.

"Alhamdulillah, sesuai dengan arahan Pak Bupati, untuk anggaran TPP PNS tahun ini telah dianggarkan," ungkap Jondri, Selasa (8/1).

TPP ini, sambung Jondri Ali, dengan ketentuan apabila pegawai mempunyai disiplin yang tinggi, maka akan ada reward. Untuk pembayaran TPP nantinya, disesuaikan dengan KemenPAB. Dimana, setiap jabatan ada kelasnya, setiap kelasnya ada nominalnya.

"Semakin tinggi kinerja, maka semakin tinggi penghasilannya," ujarnya.

Sistem TPP ini diuji coba mulai 2 Januari 2019 hingga akhir Februari nantinya. Pasalnya, pihaknya masih menunggu hak akses aplikasi ERK dari Bandung.

"Uji coba selama 2 bulan dulu. Untuk pembayaran, ada sistem penilaian, di tingkat kabupaten ada namanya tim monitoring, untuk turun mengecek kebenaran hasil kinerja," kata Jondri.

Ia berharap dengan adanya tunjangan TPP, kedisiplinan pegawai semakin meningkat dan kesejahteraannya akan bertambah. Hal tersebut sudah memberikan dampak positif selama awal Januari ini, sejak TPP diberlakukan. Dimana, tingkat kedisiplinan pegawai meningkat 100 persen.

"Kan sudah ada hitung-hitungannya, kalau PNS tidak masuk atau telat dipotong berapa ada hitungannya. Yang jelas dengan adanya TPP ini diharapkan lebih rajin, disiplin dan kinerja pegawai meningkat," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments