Rabu, 11 Desember 2019

Wawako Maulana Ajak Populerkan Batik Jambi


Rabu, 02 Oktober 2019 | 10:58:20 WIB


Wakil Walikota Jambi Maulana
Wakil Walikota Jambi Maulana / istimewa/facebook

JAMBI- 2 Oktober merupakan hari batik nasional. Bertepatan dengan hari batik nasional tersebut, digelar Gebyar IKM dan Jambi Festival Fashion 2019 yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jambi, kemarin (2/10).

Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, kegiatan yang diinisiasi Dekranasda Kota Jambi itu untuk memberi ruang pada IKM dan para perajin batik  Jambi untuk berkembang dan berkreasi.

“Kita ingin memberi penguatan, mendorong, memberikan fasilitas permodalan dan proteksi terhadap mereka supaya terhindar dari persaingan tidak sehat,” kata Maulana, usai membuka kegiatan Gebyar IKM dan Jambi Festival Fashion 2019, kemarin (2/10).  

“Makanya kita gabungkan, ada asosiasi makanan dan minuman (Asmami), dan asosiasi perajin batik. Pemerintah melindungi itu,” tambahnya.

Maulana menyebutkan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempopulerkan batik Jambi di semua level tingkatan usia.

“Karena usia muda dengan kreasi batik dimodifikasimenjadi sangat cantik. Hari ini ditampilkan,” sebutnya. Kata Maulana, batik Jambi ini dipopulerkan dari semua tingkatan, mulai Kota Jambi, Provinsi Jambi dan Nasional.

“Kegiatan ini menampilkan kreasi anak Jambi yang kita sandingkan dengan desainer nasional dan regional. Tujuannya untuk berbagi ilmu, sehingga pemuda Jambi terangkat,” tuturnya.

Lebih lanjut Maulana mengungkapkan, kini yang masih menjadi kendala dalam pengembangan batik Jambi yakni jaringan.

“Saat ini kita tengah giat membangun jaringan, karena seluruh daerah di Indonesia mempunyai ke khasan batik. Jambi harus punya ke khasan yang tentunya memikat, kekhasan batik Jambi yang dipadukan dengan kreasi modern. Ini bisa menasional,” jelasnya.

“Kita akan buka jaringan, ikut  jogja fashion week, palembang fashion week, Indonesia fashion week. Tujuannya untuk melebarkan sayap,” tambahnya.

Setelah populer sebut Maulana, hasil dari itu pesanan meningkat. Kesiapan kita secara internal perajin batik kata Maulana untuk memenuhi kebutuhan pasar dimodernkan.

“Dimodernkan alatnya, sistemnya, jadi bisa produksi banyak. Sekarang masih keteteran, pesanan dari luar lebih banyak dari kemampuan kita produksi. Ini kita dorong. Selamat hari batik. Hidup batik Jambi,” katanya.

Ketua Dekaranasda Kota Jambi Yuliana Fasha mengatakan, untuk mengangkat batik Jambi, pihaknya mendorong untuk menjual dalam bentuk pakaian jadi, dengan desain cantik yang lahir dari desainer muda kota Jambi.

“Kita menjual dalam bentuk pakaian jadi, tidak dalam potongan kain, ini juga menggali potensi anak muda kita sebagai desainer,” katanya. “Makanya kami mengadakan lomba kepada anak muda Jambi, target pasarnya memang anak muda,” imbuh Yuliana Fasha.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments