Minggu, 9 Agustus 2020

Ir Syahirsah Terima Penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat


Selasa, 19 November 2019 | 14:41:05 WIB


Bupati Batanghari didampingi Hj. Yuninnta Asmara, SH saat akan menerima penghargaan Swasti Saba KKS.
Bupati Batanghari didampingi Hj. Yuninnta Asmara, SH saat akan menerima penghargaan Swasti Saba KKS. / istimewa

BATANGHARI - Bupati Batanghari, Ir. H. Syahirsah SY juga menerima penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2019 dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Selasa (19/11/19) lalu.

Acara yang berlangsung di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat tersebut, tentu saja dihadiri oleh Mendagri, Tito Karnavian, Menkes Terawan Agus Putranto, Gubernur, dan 177 Bupati dan walikota.

Pada tahun ini, sebanyak 202 kabupaten/kota yang mengusulkan untuk diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Verifikasi tersebut ada dua, yaitu verifikasi dokumen dan verifikasi lapangan di tingkat nasional.
Pada acara itu, Bupati Batanghari tampak didampingi oleh Ketua Forum Kabupaten Sehat, Hj. Yunninta Asmara, SH beserta Tim Pembina.

Untuk diketahui penghargaan Swasti Saba ini dilaksanakan 2 Tahun sekali. "Kabupaten Batanghari baru pertama kalinya berhasil mendapatkan penghargaan ini, Alhamdulillah," ujar Hj. Yuninnta saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/19).

Dilanjutkan Ketua Forum Kabupaten Sehat, ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari yang telah mendukung dalam pelaksanaan Kabupaten Sehat. "Dan tak lupa saya mengapresiasi kerja keras tim pembina dan OPD terkait, Dinas Kesehatan yang telah bekerja keras dan bekerjasama dengan baik sehingga dapat meraih penghargaan ini," kata Hj. Yuninnta.

Hal senada turut dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batanghari, dr. Elfie Yennie, Mars. Bahwa ia sangat bersyukur dengan penghargaan Swasti Saba tersebut.

"Ini kali pertama Batanghari berhasil terverifikasi dan langsung menerima penghargaan. Hal ini tak terlepas dari kerja keras Forum dan Tim Pembina Kabupaten Sehat," katanya.

Program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) sendiri bertujuan agar tercapainya kondisi kabupaten/kota bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni. Serta dapat menjadikan kabupaten/kota di Indonesia sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lainnya sehingga sarana, produktivitas, dan perekonomian masyarakatnya.

"Ini bukanlah lomba, melainkan bentuk apresiasi pemerintah pusat pada pemerintah daerah yang telah menyelenggarakan KKS," lanjut dr. Elfie.

Kemudian, KKS juga terdiri dari tujuh tatanan seperti kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan industri.

"Perkantoran sehat juga, kawasan pariwisata sehat, kawasan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat," demikian Kadinkes.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments