Jumat, 18 September 2020

Gara-Gara MIKiR, Guru Ini Selalu Dirindukan Muridnya


Kamis, 14 November 2019 | 10:55:22 WIB


Salah seorang guru menerangkan metode pembelajaran dengan program MIKiR
Salah seorang guru menerangkan metode pembelajaran dengan program MIKiR / Rina/Metrojambi.com

JAMBI - Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) bekerjasama dengan Tanoto Foundation dalam mengimplementasikan Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR).

Program tersebut terus berkembang hingga saat ini di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung. Dimana Guru mata pelajaran SMP dan MTsN di Kabupaten Tanjabtim diberikan pelatihan modul II praktik baik dalam pembelajaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat PKK Tanjabtim tersebut, mengundang 53 guru mata pelajaran SMP dan MTs dari dua kecamatan mitra Program PINTAR yaitu Muara Sabak Barat dan Mendahara Ulu, Selasa, (12/11/2019).

Fasilitator Nasional Program PINTAR Tanoto Foundation Metty Hartina, menargetkan output pelatihan itu agar guru lebih memahami kekhasan mapel masing-masing. Karena ada kompetensi inti yang harus dicapai setiap mapel berbeda.

"Ketika guru sudah merancang proses belajar yang mencapai kompetensi inti, diharapkan pengetahuan siswa bukan berdasarkan pengetahuan buku teks lagi, tetapi sudah ada hasil dari proses berpikir dari setiap proses pembelajaran," ujarnya.

Metty menambahkan, pemahaman kekhasan mata pelajaran masing-masing menjadi target utama pelatihan modul II praktik baik dalam pembelajaran.

Sementara itu, pengetahuan siswa diharapkan bukan berdasarkan pengetahuan buku teks, namun merupakan hasil proses berpikir dari setiap proses pembelajaran bermakna yang dilakukan siswa.

"Kegiatan ini juga menyambung dari pelatihan modul I yang berisi tentang pembelajaran aktif seperti penerapan MIKiR di kelas yaitu Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi dan mengembangkan pertanyaan produktif imajinatif dan terbuka untuk merangsang siswa berpikir kritis dan kreatif, serta mengimplementasikan budaya baca untuk mensukseskan program gerakan literasi di sekolah," katanya.

Training Specialist Tanoto Foundation Jambi Yusriwiati mengungkapkan pentingnya peranan kepala sekolah. Apalagi melihat antusias guru dari setiap kegiatan yang pernah dilaksanakan Tanoto Foundation di Kabupaten Tanjabtim.

"Yang paling penting adalah dukungan dari kepala sekolah karena kepala sekolah merupakan pengambil kebijakan utama terkait pemenuhan kebutuhan pembelajaran aktif. Kepala sekolah harus turun lebih jauh untuk memberikan fasilitas pembelajaran berkualitas di kelas," ujarnya.

Beberapa contoh hasil penerapan modul I adalah apa yang dilakukan Deviani Asri, guru IPA SMPN 17 Tanjabtim ini melakukan pembelajaran aktif tentang membuktikan adanya listrik statis.

"Siswa jadi lebih aktif dan kritis, mulai dari membuka pembelajaran, kemudian saling berinteraksi satu sama lain, dan pada akhirnya siswa sendiri yang menyimpulkan hasil temuannya," ucap Devi, panggilan akrabnya.

Selain Devi, ada lagi Sri Retno Hastuti, guru SMPN 12 Tanjabtim, ia mengaku dirinya dirindukan muridnya jika berhalangan mengajar di kelas, semua ini berkat pembelajaran yang ia lakukan dengan menggunakan MIKiR.

"Ya, sejak saya mendapatkan pelatihan dan menerapkan MIKiR, murid-murid saya selalu merindukan saya manakala izin berhalangan hadir, mereka antusias dan senang dengan pembelajaran aktif yang saya terapkan, terutama karena saya menggunakan MIKiR dalam pembelajaran," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments