Selasa, 25 Februari 2020

Curhat di Persidangan, Asiang: Saya Bantu Orang, Mengapa Saya Disalahkan?


Selasa, 19 November 2019 | 15:29:48 WIB


Joe Fandy Yoesman alias Asiang saat memberikan keterangan di persidangan perkara suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, Selasa (19/11/2019), di Pengadilan Tipikor Jambi
Joe Fandy Yoesman alias Asiang saat memberikan keterangan di persidangan perkara suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, Selasa (19/11/2019), di Pengadilan Tipikor Jambi / metrojambi.com

 JAMBI - Pengusaha Joe Fandy Yoesman alias Asiang sempat mencurahkan isi hatinya terkait perkara suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang menjerat dirinya.

Saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa (19/11/2019), Asiang berkeluh kesah mengapa dirinya harus dipersalahkan dalam kasus ini.

Terkait uang Rp 5 miliar yang diminta Arfan (mantan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi), yang kemudian dibagikan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi untuk pengesahan RAPBD 2018, Asiang menegaskan jika uang itu adalah pinjaman.

Maka dari itu, Asiang menyesalkan mengapa dirinya ikut dipersalahkan dalam perkara ini. "Saya bantu orang (beri pinjaman, red), mengapa saya yang disalahkan," ujar Asiang di hadapan majelis hakim.

Asiang mengungkapkan, ia memang sering memberikan bantuan pinjaman kepada sejumlah pihak. Bahkan Asiang menyebut dirinya juga pernah memberikan uang Rp 1,5 miliar kepada Budi Nurahman, saat yang bersangkutan menjabat Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Namun Asiang menegaskan bantuan yang diberikannya itu tidak ada kaitannya untuk mendapatkan proyek di Pemprov Jambi. "Berapa sih proyek Asiang di provinsi (Jambi, red). Lagian saya dapat proyek apakah saya salah? Kan (ikut, red) tender," ungkap Asiang.

Begitu juga dengan mobil Alphard untuk Zumi Zola yang saat itu menjabat Gubernur Jambi, Asiang menegaskan jika itu bukan merupakan gratifikasi.

"Saya pinjamkan mobil, bukan gratifikasi," ujarnya.

Lebih lanjut Asiang mengatakan, dirinya bisa mengungkap siapa saja yang pernah mendapat aliran uang dari dirinya. Namun Asiang mengatakan dia tidak memiliki bukti pendukung.

"Sebernarnya semua saya tahu. Saya bisa uraikan, ngasih orang berapa. Tapi saya tidak bisa membuktikannya. Saya tidak punya bukti," kata Asiang.

Dalam persidangan Asiang juga menegaskan jika dirinya tidak mau lagi berhubungan dengan Pemprov Jambi. "Ini terakhir kali saya berurusan dengan pemerintah (Pemprov Jambi, red). Saya tidak mau dekat-dekat lagi," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments