Minggu, 15 Desember 2019

Harga Sawit Naik, Hasil Panen Malah Anjlok


Rabu, 20 November 2019 | 16:02:44 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / dok/metrojambi

MUARASABAK – Dibandingkan dua pekan lalu, harga sawit pada tingkat petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mengalami kenaikan, dari Rp 900 menjadi Rp 1.100 per kilogram.

Namun sayangnya, kenaikan harga sawit ini dipengaruhi hasil panen atau produktivitas sawit yang belum stabil. Alhasil, kenaikan harga sawit inipun kurang disambut gembira para petani.

Munawir misalnya, salah seorang petani sawit di Kecamatan Muarasabak Barat. Meski harga sawit saat ini mengalami kenaikan, namun hal tersebut tidak membuatnya sumringah. Pasalnya, hasil panen dari kebun sawit miliknya belum stabil.

"Jadi percuma harganya naik, kalau buahnya tidak ada," kata Munawir.

Dari satu hektare lahan, terang Munawir, biasanya dapat menghasilkan sekitar satu ton sawit. Namun dikarenakan produktivitas sawit tengah anjlok, akibatnya dalam satu hektar hanya dapat menghasilkan sekitar 500 kilogram sawit saja.

"Jadi kalau dihitung-hitung sama saja bohong kan," ujar Munawir.

Naik turunnya harga sawit di pasaran, memang sudah menjadi hal biasa bagi para petani. Hanya saja, kata Munawir, dirinya berharap kisaran harga sawit tidak terlalu anjlok. Dimana sebelumnya harga sawit di Kabupaten Tanjabtim pernah dihargai Rp. 600 per kilogram.

"Kalau masih kisaran di angka 900 hingga 1000 saya rasa masih cukup stabil, tapi kalau sudah anjlok hingga 600 per kilogram seperti yang pernah terjadi sebelumnya, tentu ini sangat merugikan petani karena untuk perawatan dan pupuk saja tidak mencukupi," paparnya.

Belum stabilnya produktivitas sawit juga tampak pada aktivitas di salah satu loading RAM yang ada di Kecamatan Muarasabak Barat. Menurut Misno salah seorang buruh setempat, jika produktivitas normal, dalam sehari terdapat sekitar 15 hingga 20 mobil angkutan sawit. Namun saat ini angkutan sawit yang masuk ke loading ram, dapat dihitung bilangan jari.

"Kayak hari ini saja cuma enam mobil yang masuk Mas, katanya sawit sekarang memang lagi ngetrak makanya harganya naik," ujarnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments