Senin, 9 Desember 2019

Milenial Memimpin Indonesia


Rabu, 27 November 2019 | 16:33:45 WIB


/ istimewa

Oleh Habibullah

GENERASI milenial adalah kelompok manusia yang lahir diatas tahun 1980-an hingga 1997. Mereka disebut milenial kerena satu-satunya generasi yang pernah melewati millenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali Karl Mannheim pada 1923.

Tentu didalam generasi ini terdapat sekelompok anak muda yang masih sedang semangat-semangatnya dalam bidang apapun. Sejauh ini generas z dikenal dengan generasiyang lebih tidak fokus dari milenial, tetapi lebih serba bisa, lebih individual, lebih global, modern, dan cenderung berfikir lebih terbuka. Lebih cepat terjun kedunia kerja, dan jiwa kewirausahawan dan tentu saja lebih ramah teknolongi.

Kedekatan dengan generasi ini dengan teknolongi sekaligus membuktikan masa depan sektor tersebut akan membuktikan masa depan sektor tersebut akan semaking cerah ditangan mereka. Dari segi ekonomi menurut survei Nielsien, generasi Z sudah mempengaruhi perputaran ekonomi dunia sebagai 62 persen konsumen pembeli produk elektrik. Ini dipengaruhi oleh kehidupan mereka yang sudah serba terkoneksi dengan internet. Menyadari potensi tersebut pemuda berkebangsaan Amerika Serikat Connor Biakley yang berumur 17 tahun mendapuk dirinya sebagai konsultan khusus generasi Z, yang secara profesionaal siap membantu perusahan-perusahaan untuk mengenali para konsumen terbesarnya.

Dalam esai yang berjudul “The Problem of Generation”sosiolog Mannhein mengenalkan teorinya tentang generasi. Menurutnya, manusia –manusia didunia ini akan saling mempengarui dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosiosejarah yang sama. Maksudnya manusia-manusia zaman perang dunia II dan manusia pasca PD II pasti memiliki karakter yang berbeda, meski saling mempengaruhi.

Berdasarkan teori itu, para sosiolong di Amerika serikat membagi manusia menjadi sejumlah Generasi: Generasi Era Depresi, Generasi perang dunia II, Generasi Pasca PD II, Generasi X, Generasi Y dan yang terakhir generasi Z.

Kenapa harus generasi milenial ?
Presiden joko WIdodo telah melantik kabinet Indonesia maju yang berjumlah 38 orang. Mayoritasnya berisi penjabat berusia di atas 60 tahun sebanyak 12 orang. Namun yang menjadi menarik adalah satu diantaranya merupakan Generasi milenial, yakni Nadiem Kariem, Pemuda umur 55 tahun itu secara langsung diberi kusrsi mentri oleh presiden sebagai mentri Pendidikan dan kebudayaan. Padahal sebelumnya jokowi pernah menjanjikan susunan Kabinetnya akan banyak berisi orang yang berusia di kisaran 30 tahun. Kenapa demikian?

Anak dari seorang aktivis itu lahir pada 4 juli 1984 Nadiem Karim Anwar Makarim, B.A.,M.B.A. adalah seorang pengusaha Indonesia yang saat ini mengemban amanah sebagai Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada kabinet Indonesia maju pemerintahan Presiden Joko Widodo-K.H Ma’auf Amin, yang dilantik pada 23 oktober 2019. Bos gojek itu sama sekali tidak mempunyai menekuni keilmuan dibidang pendidikan karena yang beliau pelajari adalah dibidang bisnis, tentu jika secara eksitensi beliau tidak begitu paham dan ahli dalam menjadi mentri berlatarbelakang pendidikan, namun diluar itu selain paras wajahnya yang terbilang ganteng dan diusia yang sangat milenial itu sukses mencuri perhatian orang no 1 di indenesia tersebut, tentu pak jokowi punya landasan yang kuat kenapa beliau memilih Nadiem kariem sebagai salah mentri Pendidikan dimasa priode yang keduanya ini,  walaupun sempat dipermasalahkan oleh publik.

Setelah beberapa pekan lalu presiden ke 7 republik Indonesia itu,  memilih kabinetnya seorang milenial yaitu Nadiem kariem seperti yang dijelaskan diatas, baru-baru ini yang akrab dipanggil Pak de itu kamis, 21 November 2019 juga membeberkan Nama-nama 7 Staf khusus kepresidenan atau dengan istilah lain 7 milenial yaitu Angkie Yudistia (32 tahun juru bicara bidang social), Belva Devara (29 tahun), Billy Mambrasar (31 tahun), Putri Tanjung ( 23 tahun), Ayu Katrika ( 36 tahun), Andi Taufan ( 32 tahun), dan yang terakhir Aminuddin Ma’aruf (33 tahun).

“ketujuh anak ini akan menjadi teman diskusi saya. Memberikan gagasan-gagasan segar yang inovatif, yang out of the box, yang melompat, untuk mengejar kemajuan, menjadi jembatan saya dengan anak muda, santri muda, diaspora Indonesia tersebar di berbagai tempat untuk membangun bangsa ini, “Ujar Pak de”. Presiden Pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Sokarno yang meminta Pemuda 10 orang untuk menguncangkan dunia, Presiden Jokowi hanya butuh 7 Milenial saja untuk membangun bangsa, jika membandingkan kehebatan keduanya tentu mereka mempunyai kehebatan masing-masing dizaman yang berbeda.

Presiden jokowidodo dalam pidatonya ketika dilantik menjadi presiden yang kedua mengatakn saat ini Indonesia berada di era erupsi, era yang sulit dihitung, era yang sulit di kalkulasi, kebutuhan lingkungan perkerjaan dimasa depan itu sangat berbeda dan akan selalu berubah. Disini sosok yang bisa dianggap sudah lebih dulu sukses salah satu bidang usaha atau bisnis jika mencoba menghungkan antara apa yang dilakukan di Institusi pendidikan dan menyambung apa yang butuhkan diluar pendidikan tentu jika ini berhasil dimasimalkan oleh generasi milenial tersebut mungkin bisa jadi mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia karena sudah di bekali didalam ruang lingkup Pendidikan.

Penulis merupakan Mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik


Penulis: Habibullah
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments