Senin, 9 Desember 2019

Empat Desa di Tanjabbar Sudah Dapat Menikmati Listrik


Senin, 02 Desember 2019 | 20:38:14 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi belum lama ini telah me-launching dan meresmikan penggunaan PLN di empat desa yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Keempat desa itu yakni Betara Kanan, Betara Kiri, Tanjung Pasir, dan Dataran Pinang.

Kepala Bidang Energi Kelistrikan Dinas ESDM Provinsi Jambi Yusvinoza mengatakan, launching tersebut dilaksanakan pada 19 November lalu. Dengan adanya launching tersebut, Yusvinoza mengatakan jumlah desa di Jambi yang belum teraliri listrik semakin berkurang.

"Dari 65 desa yang belum teraliri listrik di Provisi Jambi tahun 2019 ini, jumlahnya semakin berkurang meski belum signifikan," ujarnya, Senin (2/12/2019).

Pria yang akrab disapa Yos itu menyebutkan, di tahun 2020 mendatang akan ada tiga kecamatan lagi di Tanjabbar yang menyusul untuk teraliri listrik, yakni Senyerang, Pengabuan, dan Sebrang Kota.

"Dari tiga kecamatan itu, ada sekitar 25 desa yang nantinya akan berlistrik," sampainya.

Lebih lanjut Yos mengatakan, Tanjabbar dipilih karena daerah tersebut masih sangat rendah dalam penggunaan PLN. Sementara itu daerah lainnya sudah cukup tinggi.

"Di sana (Tanjabbar, red) yang paling rendah akan layanan PLN nya. Selama ini masyarakat hanya menggunakan tenaga diesel dan bantuan dari Kementerian ESDM berupa Tenaga Surya Hemat Energi," bebernya.

Ditanyakan faktor lambannya tiga kecamatan itu untuk dapat menikmati listrik, Yos mengatakan sulitnya akses menuju desa. Seperti alamnya, insfrastruktur jalan yang tidak memadai, serta banyaknya hutan-hutan HPAH.

"Kita sama tahu bagaimana kondisi medan disana. Dan juga hutan punya siapa-siapa kita tidak tahu, sehingga perlunya izin dan itu cukup memakan waktu," tuturnya.

Yos pun berharap, proses masuknya PLN di beberapa desa tersebut dapat segera dilakukan dengan cepat. "Kita berharap ini cepat dan dipermudah. Sehingga masyarakat di sana dapat cepat menikmati, sama seperti yang kita nikmati di sini," katanya.

Sedangkan untuk target waktu sendiri, Yos menyebut Desember ini sudah mulai pembahasan rencana di tiga desa tersebut dan Juni 2020 pelaksanaannya. "Ini juga tentunya tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam hal pembebasan lahan, serta perizinan. Tujuannya pun tidak lain untuk kesejahteraan setempat," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments