Senin, 9 Desember 2019

Beda dengan Kalapas, Ketua PN Bangko Sebut ND Sudah Diizinkan Menjenguk Ayahnya


Selasa, 03 Desember 2019 | 07:49:32 WIB


ND, tahanan titipan di Lapas Klas IIB Bangko saat melepas jenazah ayahnya. ND hanya bisa melapas jenazah ayahnya di depan pintu Lapas Klas IIB Bangko karena tidak mendapat izin menghadiri pemakaman
ND, tahanan titipan di Lapas Klas IIB Bangko saat melepas jenazah ayahnya. ND hanya bisa melapas jenazah ayahnya di depan pintu Lapas Klas IIB Bangko karena tidak mendapat izin menghadiri pemakaman / dok.metrojambi.com

BANGKO - Sempat viral di media sosial, kejadian jenazah seorang pria dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Bangko, Kabupaten Merangin hingga saat ini masih menjadi perbincangan di tengah masyatakat.

Diberitakan sebelumnya, jenazah seorang pria yang tidak disebutkan identitasnya dibawa ke Lapas Bangko karena sang anak yang berinisial ND, tidak mendapat izin untuk melayat dan menghadiri pemakaman.

ND sendiri merupakan tahanan titipkan di Lapas Bangko. Karena tidak bisa menghadiri pemakaman, tahanan kasus narkoba itu hanya bisa melepas jenazah ayahnya dari pintu Lapas Bangko, setelah dibawa pihak keluarga menggunakan ambulans.

Meski mendapat sorotan dari berbagai pihak, namun Kepala Lapas Klas IIB Bangko Suroto tetap bersikukuh mengatakan pihaknya tidak berwenang memberikan izin kepada ND untuk menghadiri pemakaman ayahnya.

Ini dikarenakan ND berstatus tahanan titipan. Menurut Suroto, yang berwenang memberikan izin adalah pihak Pengadilan Negeri (PN) Bangko atau Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin.

"Karena tidak ada izin dari PN, kita tidak punya kewenangan mengeluarkan. Akhirnya jenazah almarhum yang diantar kemari, supaya bisa bertemu," kata Suroto saat diwawancarai wartawan di Lapas Klas II Bangko, Senin (2/12/2019).

"Status dia (ND, red) masih kasasi oleh jaksa. Kasusnya belum inkracht (berkekuatan hukum tetap). Statusnya masih tahanan PN. Secara prosedurnya begitu," ujar Suroto menambahkan.

"Kalau dari sisi kemanusiaanya, ya kita bantu mereka bertemu di sini (Lapas, red)," katanya lagi.

Suroto juga mengatakan pihaknya menyarankan pada pihak keluarga untuk meminta izin pada pengadilan, agar ND bisa ikut pemakaman almarhum ayahnya.

"Tapi kabarnya tidak mendapat izin dari pengadilan makanya jenazahnya dibawa ke sini," ujar Suroto.

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan Kepala PN Bangko Aminuddin. Saat dikonfirmasi wartawan, Aminuddin mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat izin permohonan besuk untuk DN menjenguk ayahnya.

"Dari sisi kemanusiaan, dalam waktu 10 menit surat tersebut kami keluarkan," ujar Aminuddin saat ditemui di kantornya.

Dijelaskan Aminuddin, pada hari Sabtu (30/11/2019) empat orang keluarga ND mendatangi rumah kepala pengadilan untuk meminta pentunjuk dan minta izin agar ND bisa ikut mengantarkan jenazah ayahnya ke pemakaman.

"Karena Sabtu hari libur, lalu saya ambil kebijaksanaan menyampaikan pada Kalapas minta tolong agar DN bisa ikut mengantar jenazah ayahnya ke pemakaman," tandasnya.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments