Senin, 16 Desember 2019

97 KK di Tebo Dapat Bantuan Program Kawasan Kumuh


Selasa, 03 Desember 2019 | 10:52:52 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

MUARATEBO - Sebanyak 97 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Tebo tahun 2020 mendatang bakal memperoleh bantuan melalui program kawasan kumuh. Program dari pemerintah pusat ini dananya bersumber dari DAK yang nilainya mencapai Rp 2,4 miliar.

Rusdi, Kabid Pemukiman Dinas Perkim Tebo menuturkan, tahun ini adalah program ke empat sejak 2016 lalu. Untuk tahun 2020 mendatang, kata Rusdi, penerima bantuan program kawasan kumuh sedikit mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Untuk 97 KK penerima bantuan program kawasan kumuh dibagi jadi dua, yakni penerima untuk Pembangunan Baru (PB) dan Pembangunan Kelanjutan (PK). Untuk yang PB katpa Rusdi, warga penerima bantuan nilainya per KK sebesar Rp35 juta dan PK sebesar Rp17,5 juta.

"Penerima bantuan PK itu ada 64 KK, sisanya PB," ujar Rusdi, Selasa (3/12/2019).

Untuk warga yang masuk kategori PK, kata Rusdi jumlahnya mencapai 64 KK untuk dua kelurahan yakni Kelurahan Tebing Tinggi dan Kelurahan Pasar Kecamatan Tebo Tengah. Sedangkan untuk kategori PB juga untuk Kelurahan Tebing Tinggi dan Pasar, tapi sudah memperoleh SK kumuh.

"Untuk kategori PB sudah ada SK kumuh. Itu syarat penerima batuan kategori PB," sebut Rusdi.

Sementara disinggung terkait teknis penerima bantuan baik PB ataupun PK tetap, kata Rusdi, harus melalui verifikasi terlebih dahulu. Proses verifikasi untuk menentukan layak atau tidak warga penerima bantuan.

"Tim verifikasi khusus langsung dari pusat. Mereka yang turun untuk menentukan warga yang berhak menerima bantuan tersebut," sebut Rusdi.

Lintas kecamatan bersama lurah, jelasnya, nantinya yang bakal mendata warganya. Pasalnya perangkat camat dan lurahnya yang mengetahui kondisi warga yang layak tidaknya menerima bantuan.

Terakhir sambung Rusdi, jika penerima bantuan sudah terverifikasi, barulah tiap warga yang sudah ditetapkan sebagai penerima bantuan diminta untuk membuat rekening bank. Proses pencairan dana bantuan ini nantilah yang langsung bisa dicairkan oleh pihak toko material melalui proses pemindah Bukuan dari rekening warga ke toko.

Untuk itu warga penerima bantuan tidak bisa melakukan transaksi penarikan, dan hanya bisa mengetahui saja. "Jadi warga tinggal ambil atau jemput barangnya di toko material sesuai kebutuhan. Kemungkinan program ini sudah mulai jalan pada Februari 2020 mendatang," pungkas Rusdi.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments