Senin, 9 Desember 2019

Fasilitas Hotel di Sekitar Objek Wisata Kerinci Dikeluhkan Wisatawan


Selasa, 03 Desember 2019 | 21:54:13 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok.metrojambi.com

KERINCI - Sejumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Kerinci mengeluhkan layanan dan fasilitas hotel yang berada di lokasi objek wisata. Mereka menilai, fasilitas hotel di kawasan wisata yang ada di Kabupaten Kerinci tidak sesuai dengan harga yang dibayar.

Erni, salah seorang wisatawan dari Kota Jambi yang datang ke Kerinci merasa kecewa dengan fasilitas hotel yang ada di tempat wisata. Dia mengatakan, sebagai branding pariwisata Provinsi Jambi, seharusnya fasilitas hotel di Kerinci sudah sesuai standar.

"Masa sewanya setara dengan hotel berbintang tetapi fasilitas seperti hotel melati. Air panasnya saja sering macet dan kamar hotel juga terlalu kecil," sebut Erni, Selasa (3/12/2019).

Ia minta pihak pengusaha hotel yang berada di objek wisata untuk berbenah dan memperbaiki fasilitasnya. "Kerinci kan daerah dingin. Jika air panasnya macet, ya wisatawan mau mandi bagaimana," katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Adi, salah seorang wisatawan yang datang ke Kerinci. Ia mengatakan, bahwa fasilitas hotel dengan harga tidak sesuai. Selain itu dirinya juga mengeluhkan jaringan internet.

"Internetnya juga hilang timbul aja, kita minta kepada pihak pengelola hotel dan Pemkab Kerinci untuk membenahi semuanya. Jika wisatawan tidak nyaman, maka mereka tidak akan kembali lagi ke Kerinci," ungkapnya.

Terpisah Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher, mengakui bahwa saat ini di Kabupaten Kerinci masih kekurangan penginapan di tempat objek wisata. Dia mengatakan, ada beberapa investor yang telah koordinasi untuk membangun Hotel Kerinci.

"Sudah ada yang tertarik, karena kita memang membutuhkan Investor. Ketika investasi banyak di Kerinci tentu akan membuka lapangan kerja serta meningkatkan ekonomi kemiskinan, karena mengandalkan APBD tidak cukup," jelasnya.

Ditanya berapa investor yang mulai jajaki Kerinci untuk berinvestasi? Kata Wabup, saat ini baru satu investor yang berkoordinasi untuk pengembangan hotel di wilayah Kayu Aro.

"Makanya saya minta kepada penanaman modal untuk mempermudah investor. Kalau positif untuk kita jangan kita mempersulit, karena kita membutuhkan hotel juga," sebutnya.

Menurutnya, setiap ada event nasional seperti Tour de Singkarak dan Festival Kerinci, dibutuhkan penginapan yang banyak bagi tamu-tamu, paling tidak ada hotel bintang satu, sehingga bisa menampung 100 orang.

"Tidak mungkin kita genjot pariwisata, sedangkan penginapan kita terbatas, jangan sampai mengecewakan bagi pengunjung. Mudah-mudahan investor kita bisa meningkat," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments