Senin, 9 Desember 2019

Waspada Banjir dan Longsor, BPBD Sarolangun Pantau Debit Air


Selasa, 03 Desember 2019 | 22:11:25 WIB


Banjir yang terjadi di Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu
Banjir yang terjadi di Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu / dok.metrojambi.com

SAROLANGUN - Memasuki musim penghujan, Kabupaten Sarolangun mulai mewaspadai ancaman bencana yang mungkin timbul, mulai dari banjir dan longsor. Pasalnya, daerah itu menjadi langganan bencana setiap musim penghujan datang.

Namun hingga saat ini, pantauan di lapangan kondisi air sungai masih dalam keadaan stabil, kendati diguyur hujan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, Trianto.

"Untuk sekarang kondisi air sungai masih stabil. Peningkatan air sungai masih kategori aman," kata Trianto, Selasa (3/12/2019).

Kendati demikian, kata dia, potensi banjir bisa saja terjadi mengingat Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko sampai saat ini masih diguyur hujan.

"Kita khawatirkan jika seandainya hujan yang terjadi maka daerah rawan banjir seperti Kecamatan Batang Asai, Limun dan Cermin Nan Gedang akan dilanda banjir," terangnya.

Selanjutnya selain daerah tersebut, beberapa kecamatan lain seperti Mandiangin, Pauh dan Singkut juga dikhawatirkan terdampak banjir jika air sungai semakin meningkat.

"Kalau daerah ini biasanya banjir kiriman. Namun saat ini masih aman, karena hujan tidak terjadi secara rutin," akunya.

Selain ancaman banjir, BPBD Sarolangun juga mengimbau warga yang berada di wilayah perbukitan untuk waspada akan ancaman longsor. Salah satunya di Kecamatan Batang Asai.

"Kalau musim hujan seperti ini, banjirnya banjir dan tanah longsor pasti terjadi. Kalau longsor biasanya di Kecamatan Batang Asai, karena wilayah perbukitan,” ujarnya.

“Meski saat ini belum ada laporan yang terkait dua bencana, kita tetap bisa memastikan masyarakat ada di saat berjalan jalan di wilayah rawan banjir dan longsor saat musim hujan ini," tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments