Kamis, 22 Oktober 2020

Sampaikan Pembelaan, Asiang Batal Ajukan Diri Sebagai JC


Selasa, 03 Desember 2019 | 15:17:00 WIB


Sidang kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2020 dengan agenda penyampaian pembelaan dari pihak terdakwa Joe Fandy Yoesman alias Asiang
Sidang kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2020 dengan agenda penyampaian pembelaan dari pihak terdakwa Joe Fandy Yoesman alias Asiang / metrojambi.com

JAMBI - Joe Fandy Yoesman alias Asiang, terdakwa kasus suap “uang ketok palu” pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, menyampaikan nota pembelaan (pledoi, red) dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Selasa (3/12/2019).

Muhammad Farisi, kuasa hukum Asiang saat membacakan pembelaan menyampaikan, dalam kasus ini kliennya bersifat pasif. Farisi mengatakan, Asiang adalah orang yang didatangi oleh Arfan untuk meminjam uang, yang kemudian dibagikan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi.

"Terbukti pada saat terdakwa didatangi ke rumah oleh Arfan, terdakwa dalam posisi mau berangkat ke Jakarta, dan itu menunjukkan bahwa terdakwa adalah pasif," sebutnya.

Selain itu, uang yang diberikan oleh terdakwa merupakan uang pribadi, bukan uang perusahan. "Uang yang disimpan terdakwa di rumah adalah uang pribadi terdakwa, bukan uang perusahaan yang dipersiapkan untuk itu (suap anggota DPRD, red)," kata Farisi.

Di samping itu menurut penasehat hukum kasus pidana yang menjerat kliennya merupakan efek domino dari permintaan imbalan dari ketok palu dala pengesahaan RAPBD 2018. "Terdakwa dalam perkara ini bukan merupakan center, tapi orang yang dipinjam uangnya oleh Arfan," tegasnya.

Oleh sebab itu, kuasa hukum menyerahkan kepada majelis untuk dapat memutus perkara ini dengan proporsional. Namun apabila majelis hakim berpendapat lain maka penasehat hukum memohon keringanan hukuman.

Untuk pengajuan justice collaborator (JC), penasehat hukum Asiang mengatakan pihaknya tidak akan mengajukannya. "Kami tidak akan mengajukan JC, karena terdakwa telah berlaku kooperatif," kata Farisi kepada majelis hakim.

Dalam persidangan sebelumnya, Asiang dituntut jaksa Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pidana 2,5 tahun penjara. Selain itu, Asiang juga dituntut pidana denda sebesar Rp 250 juta subsidair 4 bulan kurungan.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments