Senin, 19 Oktober 2020

Meski Ditahan di Lapas, Nasrullah Hamka Tetap Dapat Jatah 'Uang Ketok Palu'


Rabu, 04 Desember 2019 | 13:39:26 WIB


Sidang pemeriksaan saksi kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin, dan Muhamadiyah di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (4/12/2019)
Sidang pemeriksaan saksi kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin, dan Muhamadiyah di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (4/12/2019) / metrojambi.com

 JAMBI - Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019, Kusnindar, kembali buka-bukaan terkait distribusi 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017.

Kusnindar sendiri selama ini disebut-sebut sebagai orang yang menyerahkan 'uang ketok palu' penyesahaan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 kepada sejumlah anggota dewan.

Menurut Kusnindar, dirinya diminta tolong oleh Muhammad Imanuddin alias Iim, karena memang dirinya sudah lama berteman dengan Iim.

"Kami dulu pernah sekantar, jadi Iim minta tolong untuk kasih kepada anggota dewan," ungkap Kusnindar saat menjadi saksi kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (4/12/2019).

Diakui Kusnindar, ada beberapa nama tidak menerima. Diantaranya adalah anggota dewan yang akan maju di Pilkada.

Namun faktanya, kata dia, ada juga yang menerima, yaitu Hilalatul Badri yang saat itu maju di Pilkada Sarolangu .

"Hilal terima 200 juta, uang itu saya kasihkan di simpang Puri Mayang," ungkap Kusnindar.

Selain itu, kata dia, Nasrullah Hamka yang saat ini ditahan di Lapas Klas IIA Jambi karena menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan lintasan atletik Stadion KONI Jambi, juga menerima.

Hanya saja, kata Kusnindar, Nasrullah Hamka tidak menerima penuh Rp 200 juta. Kusnindar mengatakan Nasrullah Hamka hanya menerima Rp 100 juta pada pendistribusian tahap kedua.

"Sebagian jatah Edmon (Partai NasDem) saya berikan ke Nasrullah Hamka. Jadi, Edmon menerima tahap pertama (Rp 100 juta, red), dan Nasrullah Hamka saya kasih saat tahap kedua," beber Kusnindar.

Kusnindar juga mengaku menyerahkan jatah Nasri Umar, yang saat itu Ketua Fraksi Demokrat. Nasri yang juga hadir sebagai saksi mengakui hal itu.

"Katanya kita dapat percikan dari kapal kruk," ujarnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments