Sabtu, 24 Oktober 2020

Selain 'Uang Ketok Palu' Pengesahan RAPBD, Ternyata Dewan Juga Terima Uang Terkait LKPj Gubernur


Rabu, 04 Desember 2019 | 16:45:38 WIB


Sejumlah saksi saat diperiksa dalam sidang lanjutan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Rabu (4/12/2019), di Pengadilan Tipikor Jambi
Sejumlah saksi saat diperiksa dalam sidang lanjutan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Rabu (4/12/2019), di Pengadilan Tipikor Jambi / metrojambi.com

 JAMBI - Selain menerima 'uang ketok palu' untuk pengesahaan RAPBD Provinsi Jambi, anggota DPRD Provinsi Jambi juga menerima uang masing-masing Rp 10 juta untuk menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubenur Jambi tahun 2017.

Hal ini diungkap M Imanuddin alias Iim, saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Rabu (4/12/2019), di Pengadilan Tipikor Jambi.

Menurut Iim uang untuk persetujuan LPKj tersebut diambil dari Rp 11 miliar yang terkumpul dari sejumlah pengusaha. "600 juta untuk LKPj," ujar Iim di persidangan.

Hal ini juga diakui oleh saksi Kusnindar. Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 itu mengatakan, untuk LKPj Gubernur masing-masing anggota dewan menerima Rp 10 juta.

"Ya, masing-masing Rp 10 juta," tegas Kusnindar kepada majelis hakim.

Namun saksi lainnya, Supriyono, mengaku bahwa Fraksi PAN tidak menerima uang ini. Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi itu mengatakan, ada atau tidak pemberian uang, mereka tetap akan menerima LKPj Gubernur, karena PAN merupakan partai pendukung pemerintah.

"Fraksi PAN tidak terima, karena ada atau tidak kami fraksi tetap menerima LKPj," katanya.

Sementara itu, politisi Demokrat Hasani Hamid, saksi lainnya dalam persidangan, mengaku tidak menerima uang itu. "Saya tidak menerima," ujarnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments