Rabu, 30 September 2020

Polisi Gagal Tangkap Pemasok Minyak Ilegal di Sarolangun


Kamis, 05 Desember 2019 | 09:09:03 WIB


Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi saat menutup sumur illegal drilling di Sarolangun
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi saat menutup sumur illegal drilling di Sarolangun / metrojambi.com

 JAMBI - Tim gabungan dari Polres Sarolangun dan Polda Jambi gagal menangkap pemasok minyak ilegal yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Jon Heri, warga RT 09 Desa Semaran, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Ia  lebih dulu kabur sebelum ditangkap.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Jon Heri yang merupakan DPO kasus minyak illegal drilling gagal ditangkap karena terlebih dahulu kabur.

"Kalau dari keterangan ibu mertuanya dan istrinya sudah pergi lama," kata Thein, Rabu (4/12/2019).

Upaya penangkapan terhadap Jon Heri didasarkan pada Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP.Kap/138/XI/Res.5.1/2019 terhadap sdr.JON HERI alias JON dan penetapan Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/46/XI/Res.5.1/2019 tanggal 26 November 2019 terhadap JON HERI alias JON.

Upaya penangkapan paksa terhadap Jon Heri merupakan pengembangan dari kasus minyak ilegal dengan tersangka Alan Rahman, dengan barang bukti 200 liter minyak.

"Dua tedmon kita amankan pada 6 November 2019 lalu Di Simpang jalan PT. Kedaton Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun," ujar Thein.

Dari keterangan Alan Rahman polisi akhirnya menetapkan Jon Heri sebagai DPO. Sebab dari pengakuan Alan Rahman minyak sebanyak 2000 liter tersebut didapatnya dari Jon.

“Makanya kita kejar Jon. Kita mencoba melakukan penangkapan tetapi gagal karena pelaku sudah kabur jauh-jauh hari," ungkapnya.

Alan Rahman ditangkap tidak hanya dengan barang bukti minyak ilegal saja, tetapi terdapat satu unit mobil Suzuki Mega Carry Pick Up warna hitam dengan Nomor Polisi BH 9096 AS dan dua buah Tedmon ukuran 1000 Liter yang masing-masing tedmon berisi bahan bakar minyak mentah sebanyak 1000 Liter.

"Ini barang buktinya jadi sekarang kita terus kejar tersangka Jon Heri," tandasnya.

Untuk Alan Rahman sendiri dijerat dengan perturan sebagaiman diatur dalam pasal 52 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau pasal 53 huruf b atau d Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments