Kamis, 6 Agustus 2020

1.692 Perusahaan Terdaftar di OSS


Kamis, 05 Desember 2019 | 13:32:36 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Sejak diberlakukan setahun lalu, kini sudah ribuan perusahaan yang terdaftar di Online Single Submission (OSS). Perizinan berusaha yang terintegritas dengan pemerintah pusat itu kini sudah efektif di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

 

Kasi Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A II DPMPTSP Provinsi Jambi Haris Prasetya mengatakan, berdasarkan data sampai dengan April 2019, tercatat total 1.692 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui OSS se-Provinsi Jambi.

 

Ia menyebut, dengan adanya sistem OSS ini akan lebih memudahkan pemohon atau investor di luar kota yang ingin berinvestasi di Jambi.

 

"Nanti tidak perlu jauh-jauh mendatangi kantor DPMPTSP untuk mengurus perizinan usahanya, yang meliputi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan lainnya," kata Haris, Kamis (5/12/2019).

 

Ke depan, Haris menyebut, akan menerapkan OSS versi 1.1 yakni dengan menu lebih lengkap dan rinci. Namun saat ini masih dalam tahap percobaan, dan akan diefektifkan pada 2020 mendatang.

 

Ia menyebut, semua pelaku usaha wajib terdaftar di perizinan sistem OSS, baik perseorangan maupun non perseorangan. Namun, dirinya tidak memungkiri adanya perusahaan yang belum mendaftar untuk menerapkan sistem ini.

 

"Pasti ada yang belum mendaftar, tapi untuk saat ini belum diberikan sanksi," ujarnya.

 

Haris menjelaskan, penerapan OSS tersebut merupakan implementasi dari diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang perizinan berusaha terintegritas secara elektronik, untuk seluruh jenis pelayanan perizinan.

 

Sistem perizinan OSS ini, kata dia, sangat penting untuk percepatan dan peningkatan penanaman modal sesuai regulasi menyesuaikan kondisi perkembangan teknologi dan persaingan global.

 

Sejauh ini, menurutnya, dari seluruh perusahan di daerah yang telah menerapkan sistem OSS ini tidak ada kendala yang begitu menonjol.

 

Terlebih, akses WIFI di Provinsi Jambi cukup memadai. Namun, untuk Kerinci, Haris mengatakan masih kurang maksimal dikarenakan kurangnya SDM yang berkompeten.

 

"Kita masih mencari tahu kendalanya di mana, dan mereka yang mengurus izin di Kerinci masih sering bertanya ke DPMPTSP, jadi belum begitu maksimal," tuturnya.

 

Untuk itu, Haris menyebut, pihaknya terus melakukan pembinaan ke setiap kabupaten/kota. Seperti konsultasi serta koordinasi dengan kabupaten/kota. 

 

"Prioritas adalah mereka yang mengurus perizinan akan diinput dan difasilitasi OSS nya oleh kita. Kalau pelayanan diperbantukan, itu prosesnya setengah dari mereka dan setengahnya dibantu pihak PMPTSP. Sedangkan yang mandiri, semua proses dilakukan oleh pemohon sendiri," terangnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments