Senin, 20 Januari 2020

Usai Disuntik Dokter Asal Korea, SAD Dilarikan ke Rumah Sakit


Kamis, 05 Desember 2019 | 21:46:51 WIB


Ali, salah seorang warga SAD Kebun Duren, Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin harus menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT Bangko usai mengikuti pengobatan gratis dengan dokter asal Korea Selatan
Ali, salah seorang warga SAD Kebun Duren, Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin harus menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT Bangko usai mengikuti pengobatan gratis dengan dokter asal Korea Selatan / metrojambi.com

BANGKO - Pengobatan gratis yang diikuti warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, justru berujung musibah. Sejumlah warga dikabarkan malah masuk rumah sakit usai mendapatkan pengobatan dari dokter asal Korea Selatan.

Ali, salah seorang warga SAD Kebun Duren, Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit DKT Bangko untuk mendapatkan perawatan Medis.

Ali mengeluh sakit setelah mengikuti kegiatan program berobat gratis yang dilakukan dokter Korea Selatan, Rabu (4/12/2019), di Desa Kebun Duren bersama ratusan warga SAD lainnya. Ia menuturkan, usai berobat dan mengkonsumsi obat yang diberikan dokter Korea, dirinya mengalami sakit kepala dan sesak napas.

Masih dikatakan Ali, awalnya pada saat mengikuti berobat gratis, ia mengeluh sakit pada pinggang. Oleh dokter asal Korsel itu, Ali diberikan suntikan yang jumlahnya mencapai 14 suntikan di sekitar tulang punggung korban.

"Tak berselang lama, saya mengalami sakit kepala dan sesak napas setelah berobat dengan Dokter dari Korsel itu," ujarnya.

Ternyata tidak hanya Ali, dari keterangan Tumenggung Lelang atau yang akrab dipanggil Tumenggung Jon, ada beberapa warga lainnya yang juga mengalami sakit setelah diobati dokter asal Korsel tersebut.

"Ada warga yang awalnya mengalami kaki bengkak, setelah diobati dengan disuntik malah tambah bengkak. Ada yang dioperasi telinga, malah tambah bengkak. Ada yang ngobati leher sakit, juga disuntik, tapi sekarang malah susah menggerakan lehernya," terangnya.

Karena ada warganya yang mengalami sakit pasca pengobatan tersebut, maka Tumenggung Jon memerintahkan warganya tidak mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter asal Korsel tersebut.

"Itu dari tadi pagi sudah kita sampaikan kepada semua warga yang berobat, supaya tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan dari dokter Korsel itu. Saat ini kami masih menunggu informasi dari warga, kemungkinan jumlah warga yang sakit akan bertambah," ujarnya.

Sementara itu, Berman Saragih, Dokter RS DKT Bangko yang menangani pasien mengatakan, dianogsa sementara pihaknya, warga SDA ini mengalami keracunan obat.

"Diagnosa awal kita pasien keracunan obat, tapi kondisinya masih normal," ujar Berman.

Terpisah, koordinator kegiatan pengobatan gratis, Crisman, mengatakan para dokter spesialis dan dokter umum yang dihadirkan untuk warga SAD tersebut berasal dari Yayasan Mitra Sriwijaya. Selain memberikan pengobatan gratis, mereka juga memberikan sembako berupa beras, peralatan menulis dan juga baju bagi anak-anak SAD.

"Ini merupakan kepedulian mereka terhadap kesehatan warga SAD, pelayanan kesehatan diberikan dan ini hari ketiga para dokter memberikan pelayanan kesehatan di komunitas SAD di kabupaten Merangin," ungkap Crisman.

Menurutnya, sudah 100 orang warga SAD yang berasal dari tiga kelompok, yakni Tumenggung Lelah bermukim di Lantak Seribu Renah Pamenang, Tumenggung Batikub bermukim di Pamenang Selatan dan Tumenggung Bajurai bermukim di Rejo Sari Pamenang mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter Korea Selatan itu.

"Ada 100 orang warga SAD yang berobat hari ini, satu di antaranya menjalani operasi kecil di bagian daun telinganya. Dan kegiatan ini atas kepedulian dan permintaan warga SAD sendiri," ujarnya lagi.

Dikatakan Crisman, sebelumnya para dokter dan mitra Sriwijaya juga telah membantu membelikan lahan untuk pemukiman warga SAD. "Kepedulian mereka bukan soal pengobatan saja, namun mereka juga sudah membantu membelikan lahan garapan bagi warga SAD," katanya.

Namun sayang, setelah kejadian itu belum ada keterangan pasti dari pihak penyelenggara pengobatan gratis terkait masalah ini. Informasinya, para penyelenggara sudah tidak berada di desa itu dan belum dapat dikonfirmasi. Sementara SAD yang mengalami sakit pasca pengobatan gratis, kini masih menjalani perawatan di RS DKT.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments