Senin, 10 Agustus 2020

Respon Keluhan Masyarakat, Komisi IV Sidak ke RSUD Raden Mattaher


Jumat, 06 Desember 2019 | 16:39:59 WIB


Komisi IV DPRD Provinsi Jambi juga melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Provinsi Jambi, Jumat (6/12/2019)
Komisi IV DPRD Provinsi Jambi juga melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Provinsi Jambi, Jumat (6/12/2019) /

JAMBI – Komisi IV DPRD Provinsi Jambi juga melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Provinsi Jambi, Jumat (6/12/2019) siang. Sidak itu dilakukan Komisi IV DPRD Provinsi Jambi untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat atas pelayanan di RSUD Raden Mattaher.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, M Khairil dalam sidak itu turun bersama Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi IV, Nurhayati dan Ririn Novianti serta anggotanya yakni Apriodito, Khafid Moein, Supriyanto, Nur Tri Kadarini. Tampak juga drg Iwan, Plt Direktur Rumah Sakit ikut mendampingi Sidak tersebut.

Satu persatu ruangan di RSUD Raden Mattaher dikunjungi para anggota dewan. Mulai dari IGD, ruang informasi dan pendaftaran, ruang kelas 1, II dan III hingga VIP dan sejumlah bangunan baru yang ada di RSUD tersebut. Termasuk juga mendengar langsung dari para pasien rumah sakit yang mereka kunjungi.

M Khairil mengatakan, pihaknya selaku mitra dari RSUD ingin memastikan pelayanan di RSUD Raden Mattaher berjalan dengan baik. Sebab, tak sedikit anggaran yang disuntikan melalui APBD ke RSUD tersebut. Begitu juga dengan dana BLUD yang dikelola rumah sakit itu. Sehingga, diharapkan dana itu bisa benar-benar terserap dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita dapat laporan  dari masyarakat, bahwa banyak ruangan di RSUD tidak layak huni. Selain itu, pasien rumah sakit ini juga sering kesulitan mendapatkan ruangan. Setelah kita cek, memang ada ruangan di kelas I, II dan III yang rusak dan tak layak fungsi. Karena itu kita minta tadi ke Direktur Rumah Sakit untuk memperbaiki bangunan tersebut,” ujarnya.

Sebab, kerusakan itu tentu berdampak pada pendapatan dan pelayanan rumah sakit. Seharusnya bisa menampung pasien, dengan tak berfungsinya ruangan itu maka mengganggu pelayanan dan pendapatan rumah sakit. “Karena itu tadi kita minta segera diperbaiki,” terangnya.

M Kharil mengatakan, APBD Provinsi Jambi mengalokasikan sekitar Rp12 miliar untuk tahun ini. Ia meminta, dana itu bisa terserap maksimal hingga akhir tahun. “Belum lagi dana BLUD yang mencapai Rp120 miliar. Kita berharap itu tak hanya digunakan untuk fisik, tetapi juga digunakan untuk insentif para pegawainya,” sambungnya.

Terakhir, Komisi IV DPRD meminta manajemen rumah sakit untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan dengan baik. Sehingga tak ada lagi keluhan masyarakat. “Kita selaku Komisi IV DPRD juga siap menampung jika ada keluhan-keluhan masyarakat,” ujar politisi Gerindra ini.

Sementara drg Iwan, Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi mengatakan, terhadap sejumlah ruangan yang tidak berfungsi dengan baik, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan itu. Nantinya, mereka akan segera memperbaikinya.

Begitu juga dengan ruang VIP yang kini masih dalam proses pengerjaan. Tahun depan, pihaknya fokus untuk interior dan perbaikan beberapa titik yang rusak. “Nanti bangunan ini lantai satu sampai tiga untuk ruang graha spesialis. Kemudian lantai IV untuk perawatan. Insya Allah, akhir tahun 2020 sudah bisa difungsikan,” kata drg Iwan.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments