Kamis, 13 Agustus 2020

935 Sumur Minyak Ilegal di Batanghari dan Sarolangun Ditutup


Sabtu, 07 Desember 2019 | 14:45:22 WIB


Salah satu sumur minyak ilegal yang ditutup tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi
Salah satu sumur minyak ilegal yang ditutup tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi / metrojambi.com

 JAMBI - Sebanyak 935 sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun, telah ditutup oleh tim gabungan pemberantasan illegal drilling yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero mengatakan, operasi gabungan telah digelar sejak 26 November 2019 lalu. Sejauh ini, kata Thein, 935 sumur minyak ilegal telah ditutup.

"Ditutup dengan menggunakan kayu dan batu. Di lokasi juga dipasangi garis polisi," ujar Thein saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (7/12/2019).

Thein menambahkan, peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran juga dirobohkan, agar tidak bisa digunakan lagi.

"Warung-warung yang ada di sekitar lokasi juga kita robohkan, dan katrol yang digunakan untuk manarik minyak dari dalam lubang juga turut dimusnahkan," bebernya.

Berdasarkan data yang diperoleh metrojambi.com, di Kabupaten Batanghari ada 820 sumur minyak ilegal yang ditutup, kebanyakan berada di Kecamatan Bajubang. Sementara itu di Kabupaten Sarolangun, ada 115 sumur minyak ilegal yang ditutup.

"Sebelumnya kita telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar menghentikan aktivitas illegal drilling," pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments