Selasa, 24 November 2020

Paska Kabut Asap, Guru Kerepotan Kejar Target Materi Ajar


Kamis, 05 Desember 2019 | 22:16:28 WIB


Waka Kurikulum SDN 66 Kota Jambi, Ilyani Ropida
Waka Kurikulum SDN 66 Kota Jambi, Ilyani Ropida / metrojambi.com

JAMBI – Dampak kabut asap yang melanda Kota Jambi beberapa waktu lalu mengharuskan sekolah meliburkan siswanya. Termasuk, di SDN 66 Kota Jambi.

Waka Kurikulum SDN 66 yang juga guru di kelas, Ilyani Ropida mengaku paska musibah kabut asap ini, para guru sangat kerepotan mengejar target agar pelajaran segera tuntas sebelum ujian semester ganjil digelar.

"Beberapa waktu lalu kan anak-anak banyak libur akibat kabut asap. Tapi selama tidak masuk, siswa diinstruksikan agar mengerjakan tugas tambahan di rumah,” ujarnya, Kamis (5/12/2019).

“Ketika jam belajar sudah normal seperti biasanya, ada sebagian siswa menanyakan soal yang belum paham dan itulah yang akan dijelaskan. Akibatnya, guru kerepotan mengkoreksi tugas siswa dan kerja guru lebih ekstra," jelasnya.

Meski demikian, menurut Ilyani, kembali lagi ke tugas seorang guru dan itu adalah kewajibannya. Menurutnya, untuk pemberian Pekerjaan Rumah (PR) ketika anak-anak libur karena asap, tergantung kesepakatan orangtua siswa, jika orangtua mengizinkan diberi PR, maka akan diberikan.

"Saat itu sempat ada diskusi dengan orangtua siswa seperti 'open class'. Kita dari sekolah berbicara kepada orangtua tentang anaknya, termasuk masalah setuju atau tidaknya siswa diberikan PR," ujarnya.

Untuk kelas ia ajar, kata Ilyani, anak didiknya hanya diberikan PR dua kali dalam satu minggu dan itu berdasarkan kesepakatan dengan orangtua siswa. "PR yang diberikan juga tidak terlalu sulit atau membuat anak tertekan," ungkapnya.

Dikatakannya, tujuan memberikan tugas di rumah agar siswa tetap membaca dan mengulang kembali pelajaran meski sedang libur.


Penulis: cr2
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments