Kamis, 30 Januari 2020

Sidang Kelompok SMB Dikawal Ratusan Polisi


Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:50:00 WIB


Anggota kelompok SMB mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian saat tiba di Pengadilan Negeri Jambi untuk menjalani persidangan, Rabu (16/10/2019)
Anggota kelompok SMB mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian saat tiba di Pengadilan Negeri Jambi untuk menjalani persidangan, Rabu (16/10/2019) / metrojambi.com

JAMBI - Muslim dan 46 orang anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang dipimpinnya, Rabu (16/10/2019), mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jambi. Mereka menjadi terdakwa dalam kasus pengrusakan dan pengeroyokan di PT Wirakarya Sakti (WKS).

Sidang perdana dengan 47 orang terdakwa ini digelar secara terpisah di tiga ruangan terpisah dan majelis hakim berbeda. Persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan ini mendapat pengamanan ketat dari lebih kurang 500 personel kepolisian dan anggota Brimob serta Denpom.

Para terdakwa yakni Triyono Bin Sutejo, Suratno Bin Sudarjo, Sardi Bin Sanmulya, Rohali Bin Cato, Renson Purba Anak dari Antonius Purba, Pitunda Bin Tampang Pelinda, Misdi Bin Suharto, Johanes Paham Ginting Als Yohanes Als Opung anak dari Kolah Ginting, Fitriadi Als Adi Bin Mualam.

Selanjutnya, Tomi Syahrial Arifin Bin Ardit, Davit Yudianto Bin Mat Ali, Darjo Bin Darso, Betilas Bin Melayang, Gatot Santoso Bin Sukamto, Rantau Winarso Als Wiwin Bin Sarjimin, Kewat Bin Basri, Rusdi Bin Santurji, Jemakun Bin Wanto, Nyandang Bin UHA, Andi Pratama Bin Andi Bin Sulardi, Sodirin Als Dirin Bin Samsudin.

Lalu, Ngadimin Bin Darso, Slamet Heryanto Als Slamet Bin Lasno Wiyono, Sumi Bin Sril, Sugiyo Als Pak De Giyo Als Pak Giyo Bin Suwarjo, Bujang Putih Als Sungai Bungo Als Syukur, Deny Oktara Bin Rozak, Bagus Dwi Cahyono Als Eko Prasetyo Bin Juari, Umar Dani Alamsyah Bin Sujiman, Bangun Pangastuti, Usman Elpi Bin Alpi Syahrim.

Terdakwa lain yakni Danres Sinullingga Bin Adit, Yanto Bin Sukino, Dadang Surajat Bin Nuryadi, Arif Syaifudin Bin Poniran, Atim als Munir Bin Daip, Irfan Suhandi Bin Suhadi, Dedi Irama Als Dedi Bin Nasir, Fauzan Saputra Bin Ronorejo, Deli Fitri Ika Sari, Johanes Nainggolan anak dari Multer Nainggolan.

Kemudian, Abdurrahman Sayuti Als Dorman Sihuti Als Juki Bin Tungkah Buah, Juprianto Bin Muslim, Muslim Bin Marsudi, Selamat Rusyanto Bin Kastarja, Swarno Als Sarno Bin Wartaja, Wahid Bin Muslimin Bin Qusriono.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noraida Silalahi, membacakan dakwaannya untuk terdakwa Muslim, selaku pimpinan SMB. Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut terakwa Muslim telah  melakukan penghasutan dan melakukan kekerasan terhadap
penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan, yang diberikan berdasarkan ketentuan undang-undang.

"Terdakwa mendirikan SMB, yaitu suatu organisasi massa dengan maksud dan tujuan adalah membentuk kelompok tani untuk bertani di lokasi yang diduduki, dan sebagai ketua organisasi tersebut," kata JPU.

Muslis juga disebut melakukan perekrutan anggota SMB yang awalnya hanya terdiri dari masyarakat yang tinggal di Kabupaten Batanghari, dan berhasil mendapatkan anggota sebanyak kurang lebih 5.018 orang.

Dia disebut membentuk SMB dengan tujuan mengambil lahan yang merupakan lahan atau tanah yang dikelola oleh PT WKS. “Dan lahan tersebut rencananya akan dibagikan kepada anggota SMB masing-masing mendapat sekitar 3,5 hektar," lanjut jaksa.

Kemudian pada hari Kamis tanggal 21 Juni 2018, sekira pukul 11.40 WIB, saat petugas keamanan PT WKS sekitar 25 orang, sedang bertugas di tenda security, datang Deli bersama Muslim dengan mengendarai sepeda motor, dengan membawa 1 buah pedang.

Saat itu juga, ada beberapa anggota SMB yang mengikuti, dan mendatangi tenda security. Kemudian para terdakwa turun dari sepeda motor, dan mencabut pedangnya. "Pada saat itu, Muslim berteriak, 'Pergi kalian dari sini, mati kalian nanti," kata Jaksa sambil menirukan perkataan Muslim. Selanjutnya Deli (istri Muslim,red) mengatakan “Robohkan tenda,” ujar JPU.

Kemudian para terdakwa dan anggota SMB lainnya menarik tali penyangga tenda dan merobohkan tiang dan merusak tenda. "Terdakwa Deli mengejar saksi Sigit Sudarso, yang merupakan anggota Polri dari Polsek Mersam. Namun karena ada salah satu anggota SMB yang melarang, Deli tidak melanjutkan pengejaran," kata jaksa.

Akibat perbuatan para terdakwa maka PT. KWS mengalami kerugian sekitar Rp 17.500.000. Atas pebuatan keduanya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Muslim dan isterinya bersalah karena terbukti dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat (2) Ke-1 KUHP tentang barang siapa dengan terang-terangan dan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang sehingga mengalami luka berat, dan pasal (2) ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP tentang kepemilikan senjata tajam dan senjata api.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, oleh majelis hakim sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada 4 November mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments