Minggu, 12 Juli 2020

Syahbandar Ngaku Kembalikan 'Uang Ketok Palu' ke KPK Biar Tenang


Kamis, 12 Desember 2019 | 12:22:31 WIB


Pemeriksaan enam orang saksi kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dalam persidangan dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal
Pemeriksaan enam orang saksi kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dalam persidangan dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal / metrojambi.com

JAMBI - Mantan pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 AR Syahbandar mengaku sudah mengembalikan 'uang ketok palu' ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Dikatakan Syahbandar, ini dilakukannya agar bisa tenang.

Hal ini diungkapkan saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 dengan terdakwa Supardi Nurdin, Gusrizal, dan Elhelwi, di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (12/12/2019).

"Kenapa sauudara kembalikan," tanya hakim anggota. "Ya, biar tenang," jawab Syahbandar.

Syahbandar mengaku, 'uang ketok palu' itu dikembalikannya pada bulan Januari 2019 dengan cara transfer lewat rekening BNI. "Saya kembalikan lewat rekening bank BNI," katanya.

Terkait dengan anggota komisi III minta fee proyek 0,5 dari anggaran Dinas PUPR Provinsi Jambi, Syahbandar mengaku mendengar adanya informasi itu.

"Saya dengan dari LSM, bahwa Komisi III minta fee 0,5 persen dari anggaran PU," ujarnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments