Jumat, 7 Agustus 2020

Frustasi Karena Ulah Suami, IRT di Tebo Coba Bunuh Diri Sembari Gendong Bayi


Kamis, 12 Desember 2019 | 21:42:48 WIB


Petugas kepolisian dan Satpol PP di Tebo saat mencoba menggagalkan percobaan bunuh diri oleh seorang ibu rumah tangga berinisial DS (35)
Petugas kepolisian dan Satpol PP di Tebo saat mencoba menggagalkan percobaan bunuh diri oleh seorang ibu rumah tangga berinisial DS (35) / metrojambi.com

MUARATEBO - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial DS (35), warga Km 07 Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, nekat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan cara menghadang mobil yang melintas di jalan raya.

Aksi nekat tersebut dilakukan DS sekira pukul 08.00 WIB, Kamis (12/12/2019), di Jalan Lintas Tebo – Bungo, Km 06 Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.

Pada saat ingin melakukan aksi bunuh diri, IRT yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan itu juga menggendong anaknya yang masih bayi. Beruntung aksi tersebut digagalkan oleh petugas kepolisian, Satpol PP, dan warga di sekitar lokasi kejadian.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, Rabu (11/12/2019) kemarin sekira pukul 17.00 WIB, DS sempat bertengkar dengan suaminya, LM, disebabkan ada pengendara yang memarkir motornya di teras rumah tanpa izin.

Kamis (12/12/2019) pagi sekira pukul 07.00 WIB, DS bertengkar kembali dengan suaminya. Kali ini, sang suami melakukan pemukulan terhadap DS di bagian kening sebelah kanan sebanyak 3 kali, sehingga DS mengalami luka memar. Karena kejadian tersebut, DS merasa frustasi sehingga melakukan percobaan bunuh diri.

Kapolsek Tebo Tengah Iptu Moh Hasyim Asy'ari saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang IRT dengan membawa anaknya yang masih bayi.

"Ya, benar. Tadi pagi ada aksi percobaan bunuh diri, kita dapat informasi itu sewaktu kita selesai apel pagi. Dan kita langsung menuju ke TKP untuk melakukan pencegahan yang dibantu anggota pol pp maupun warga sekitar," kata Hasyim.

Lebih lanjut Hasyim mengatakan, menurut keterangan DS, ia nekat melakukan aksi tersebut karena ada cekcok dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan sang suami. Hal itu membuat DS frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menghadang mobil yang melintas di jalan.

"DS frustasi akibat ulah sang suaminya, itu yang membuat DS ingin berbuat nekat," terangnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut Hasyim, pihaknya langsung menyerahkan DS kepada pihak keluarganya serta ketua RT 03 RW 01 Purwodadi, dan memberikan imbauan agar menyelesaikan masalah tersebut serta melakukan pengawasan terhadap DS.  

Sementara, menurut keterangan dari ketua RT 03, Irfan, bahwa korban nekat ingin melakukan bunuh diri karena masalah ekonomi dan suami terlalu sering menyalahkannya sehingga DS frustasi.

"Masalah ekonomi lah, hasil kerja suami tidak tau digunakan untuk apa oleh suami. Dan untuk kebutuhan sehari-hari selalu uang DS yang digunakan," kata Irfan.

Irfan juga menyampaikan, bahwa pada saat itu dirinya ingin mengantar DS ke pihak keluarganya dengan menggunakan mobil. DS sempat membenturkan kepalanya ke bagian dalam mobil.

"Saat ingin diantar pulang, DS sempat membenturkan kepalanya dan saya langsung meminta pihak kepolisian untuk ikut dan membantu memegang DS," tutup Irfan.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments