Kamis, 23 Januari 2020

Satgas Illegal Drilling Polda Jambi Dihadang, Seorang Sopir Pengangkut Minyak Ilegal Dibawa Kabur


Jumat, 13 Desember 2019 | 16:34:23 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Tiga orang pria yang diduga telah melakukan tindak pidana eksplorasi dan/atau eksploitasi tanpa mempunyai kontrak kerja sama dengan badan pelaksana, sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 jo 53 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas (migas), ditangkap anggota Satuan Tugas (Satgas) Illegal Drilling Polda Jambi.

Data yang diperoleh metrojambi.com, penangkapan dilakukan sekira pukul 08.30 WIB, Kamis (12/12/2019), di RT 05 Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Namun salah seorang pelaku berhasil melarikan diri setelah dibawa paksa oleh oknum anggota polisi yang melakukan penghadangan.

Adapun dua orang pelaku yang ditangkap adalah MDH (33) dan AY (21), warga Sumatera Selatan, yang merupakan sopir dan kernet mobil truk nopol BG 8948 UE. Sementara itu, pelaku yang melarikan diri merupakan sopir truk nopol BG 8524 B, dan sejauh ini belum diketahui identitasnya.

Adanya penangkapan tersebut dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero. “Dua orang pelaku sedang dalam proses penyidikan di Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi,” ujar Thein, Jumat (13/12/2019).

Thein juga membenarkan ada salah seorang pelaku yang melarikan diri. Awalnya, kata Thein, usai dilakukan penangkapan, pelaku beserta barang bukti hendak diamankan ke Mapolsek Bajubang. Namun tiba-tiba datang satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam menghadang petugas.

Dari dalam mobil Mitsubishi Pajero Sport tersebut kemudian turun oknum polisi berinsial ES. Sempat terjadi keributan hingga akhirnya ES membawa paksa pelaku yang merupakan sopir truk nopol BG 8524 B.

“Sempat terjadi keributan dengan personel Polsek Bajubang (Satgas Illegal Drilling, red). Selanjutnya ES membawa seorang sopir truk, dan melarikan diri,” ungkap Thein.

Sementara itu, dua orang pelaku lainnya beserta barang bukti lantas dibawa petugas untuk proses lebih lanjut. Adapun barang bukti yang diamankan yakni truk Mitsubishi Canter nopol BG 8948 UE dan truk Mitsubishi Canter nopol BG 8524 B.

Juga diamankan kurang lebih 6.000 liter cairan berwarna hitam yang menyerupai minyak bumi di dalam enam buah tedmond kapasitas 1.000 liter, yang terdapat di truk nopol BG 8948 UE. Untuk pemiliknya saat ini masih dalam penyelidikan.

Kemudian juga diamankan kurang lebih 6.000 liter cairan berwarna hitam yang menyerupai minyak bumi di dalam enam buah tedmond kapasitas 1.000 liter yang terdapat di truk nopol BG 8524 B. pemiliknya diduga oknum polisi berinisial ES.

“Untuk barang bukti kini diamankan di Mapolres Batanghari,” ujar Thein.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments