Minggu, 7 Juni 2020

Saksi Diminta Jujur, Headline Harian Pagi Metrojambi Edisi Rabu, 18 Desember 2019

Gusrizal: Saya Pernah Coba, Buktinya Kena Juga

Rabu, 18 Desember 2019 | 10:21:41 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI – Sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Selasa (17/12) kemarin.

Sejumlah saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diantaranya saksi yang telah menjadi terdakwa yakni Supardi Nurzain, Gusrizal, Elhelwi. Namun beberapa saksi lain juga dihadirkan seperti Mesran, Luhut Silaban hingga Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri yang juga berangkat dari Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019.

Mereka dihadirkan di persidangan untuk memberikan kesaksian untuk tiga terdakwa yaitu, Efendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah yang duduk sebagai terdakwa.

Pada sidang kali ini, Jaksa KPK lebih fokus pada pemberian uang ketok palu 2017, juga fee untuk pembahasan anggaran PU. Dimana Komisi III disebut menerima fee 0,25 persen dari anggaran Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Terkait hal ini, Mantan Ketua Fraksi Golkar, Supardi Nurzain yang juga komisi III mengakui jika dirinya ada menerima uang dari Zainal Abidin sebesar Rp 125 juta. "Kalau tidak salah waktu itu saya terima dari pak Zainal," katanya.


Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments