Minggu, 5 April 2020

Havis: Ada Dampak Positif dan Negatif Jika UN Dihapus


Kamis, 26 Desember 2019 | 14:19:11 WIB


Kassubag Bina Program dan Evaluasi Disdik Provinsi Jambi, Zainul Havis
Kassubag Bina Program dan Evaluasi Disdik Provinsi Jambi, Zainul Havis / istimewa

JAMBI- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, ikut berkomentar terkait wacana pemerintah pusat yang akan menghapuskan ujian nasional (UN).

Kassubag Bina Program dan Evaluasi Disdik Provinsi Jambi, Zainul Havis mengatakan, soal wacana penghapusan UN tersebut tentu memiliki dampak positif dan negatif.

Dampak positif dari wacana tersebut yakni tidak ada lagi ketegangan yang dialami siswa, orang tua serta para guru sendiri saat menghadapi ujian nasional.

"Ketika ujian dilaksanakan di kelas dua, ketika ada kekurangan, termasuk juga ketika siswa tidak mencapai kompetensi, masih ada waktu untuk memperbaiki," ujarnya.

Sementara dampak negatif dari wacana tersebut adalah, standarisasi untuk mengukur kelulusan siswa sejauh ini belum diketahui.

"Karena informasinya belum jelas, muncul berbagai pertanyaan, bagaimana standarisasi siswa untuk masuk ke level selanjutnya, apakah nanti ada ujian lagi atau tes lagi atau bagaimana," jelasnya.

Havis menyebutkan, untuk pelaksanaan ujian pengganti UN, yakni asesmen kompetensi minimum dan survei karakter akan dilaksanakan di kelas 11 untuk jenjang SMA, kelas 8 untuk jenjang SMP dan kelas 5 untuk jenjang SD.

"Bentuk-bentuk ujiannya seperti apa, itu petunjuk teknisnya hingga saat ini masih belum ada," ujarnya.

Disdik Provinsi sendiri kata Havis, sudah menerima surat pemberitahuan soal itu, namun informasinya baru sebatas kebijakan menteri yakni terkait zonasi, PPDB dan UN.

"Peraturan Permendikbudnya belum ada, jadi secara teknis belum tertuang," katanya.

Dikatakannya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sendiri tetap mendukung apa yang menjadi kebijakan Kemendikbud RI demi kemajuan pendidikan Indonesia.

"Apapun kebijakan dari pusat kita harus siap mendukung, karena kebijakan pengelolaan tetap dari pusat," katanya.

Jika pada akhirnya UN akan dihapuskan, kata dia, tidak masalah, mengingat pelaksanaan UNBK di Kota Jambi sudah 100 persen dilaksanakan. "Artinya jika UNBK dicabut, kita tidak masalah karena alat-alatnya bisa digunakan untuk lainnya," ungkapnya. 


Penulis: cr2
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments