Jumat, 5 Juni 2020

Harga Cabai Merah di Tanjabtim Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram


Kamis, 02 Januari 2020 | 16:28:48 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK – Tahun baru 2020 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) disambut dengan kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok di pasaran. Kenaikannya bervariasi, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 100 ribu lebih.

Kenaikan harga yang cukup tinggi terjadi pada komoditi cabai merah. Jika biasanya cabai merah dijual seharga Rp 28 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, hari ini, Kamis (2/1/20202), harga cabai merah di Tanjabtim tembus Rp 150 ribu per kilogram.

“Kenaikannya sangat drastis. Dari biasanya 28 ribu jadi 150 ribu per kilogram. Jadi rasanya malas mau beli cabai merah,” ujar Via, salah seorang warga saat ditemui di pasar kalangan Kelurahan Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi.

Via mengungkapkan, untuk saat ini ia lebih memilih untuk membeli cabai rawit. Menurut Via, saat ini harga cabai rawit masih normal, Rp 35 ribu per kilogram.

"Kami cuma beli cabai rawit karena harganya masih terjangkau. Kalau cabai merah tidak sanggup membelinya,” sebut Via.

Tidak hanya pembeli, kenaikan harga cabai merah yang sangat drastis juga dikeluhkan sejumlah pedagang di Kampung Laut. Dengan harga yang sangat mahal, pedagang kesulitan menjual stok cabai mereka.

"Tapi mau bagaimana lagi, karena barangnya (cabai merah, red) dari agen sedikit dan susah didapat, mau tidak mau harus kita ambil. Karena sedikit stoknya, makanya harga cabai merah tiba-tiba naik," ungkap Devi, salah seorang pedagang di Kampung Laut.

Selain cabai merah, Devi mengatakan harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp 15 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Tidak hanya itu, harga sayur-sayuran juga naik Rp 2 ribu.

"Memang kalau hari besar sering terjadi kenaikan harga sembako seperti sekarang ini. Ya, mau bagaimana lagi, namanya juga hukum pasar, memang seperti itu," tandasnya.

Mak Sari, pedagang di Pasar Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat juga mengatakan jika harga dari toke sudah mahal, sehingga mau tidak mau pedagang juga menjual dengan harga yang mahal kepada konsumen.

"Harga kita ambil di toke sudah lebih dari 100 ribu. Stok juga sempat kosong. Jadi mau diapakan lagi," ucapnya.

Dikatakannya lagi, kenaikan harga juga berpengaruh terhadap hasil penjualan. "Iya biasanya saya bawa paling tidak sekarung, nah kalau sekarang nggak berani bawa banyak, karena pembeli pasti kaget, dan sedikit membeli. Biasanya mereka beli satu kilo, ini paling beli seperempat, bahkan tidak jadi beli," ungkapnya.

"Saya berharap, pemerintah dapat segera menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut, terutama cabai, agar lonjakan bisa normal kembali," tandasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments