Jumat, 5 Juni 2020

Ketua DPRD Minta Bupati Kerinci-Walikota Sungai Penuh Duduk Bersama Selesaikan Aset


Kamis, 02 Januari 2020 | 17:52:03 WIB


Pimpinan DPRD Kerinci saat dilantik beberapa waktu lalu
Pimpinan DPRD Kerinci saat dilantik beberapa waktu lalu / dok

 

KERINCI - Meskipun telah difasilitasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) permasalahan aset antara Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci, hingga saat ini belum juga tuntas.
 
Belumnya tuntas permasalahan aset dua daerah tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi akan meneruskan permasalahan ini ke Kemnterian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini dikarenakan batas waktu penyelesaian yang diberikan oleh kedua lembaga tersebut telah lewat.
 
Bahkan pihak Provinsi Jambi menyebutkan jika tak kunjung selesai perkara aset ini, bisa jadi nantinya Kerinci dan Sungai Penuh akan disatukan lagi menjadi satu administrasi. 
 
Menanggapi permasalahan ini Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, Edminuddin menyatakan sangat menyanyangkan belum adanya titik terang terkait permasalahan aset tersebut. 
 
Dia mengatakan untuk permasalahan aset ini tergantung dengan dua kepala daerah, silakan dua kepala daerah ini duduk bersama, biar permasalahan ini cepat selesai. 
 
"Kita baru satu kali duduk dengan Pemprov Jambi membahas masalah aset. Namun jika dua Kepala daerah ini sudah duduk bersama tidak ada yang tidak selesai, kita berharap permasalahan ini cepat diselesaikan," sebutnya. 
 
Namun terkait dengan wacana akan disatukannya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, Ketua DPRD Kerinci ini mengatakan bahwa itu sangat merugikan kedua daerah ini. 
 
"Karena kita sudah memiliki administrasi masing-masing, jika disatukan akan merugikan daerah dan masyarakat Kerinci dan Kota Sungaipenuh, apabila disatukan lagi kita tidak menghargai para tokoh yang telah memperjuangkan pemekaran ini," ungkapnya. 
 
Sementara itu, pihak Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh belum bisa dikonfirmasi terkait dengan permasalahan aset ini.

Penulis: dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments