Selasa, 21 Januari 2020

Anggota Dewan Minta 'Uang Ketok Palu', Zola Ngaku Sempat Bingung


Selasa, 14 Januari 2020 | 11:53:19 WIB


Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa (14/1/2020)
Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa (14/1/2020) / Sahrial/metrojambi.com

JAMBI - Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola mengakui ada permintaan 'uang ketok palu' untuk pengesahan RAPBD dari anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 melalui Apif Firmansyah, dengan besaran Rp 200 juta per orang.

Ini diungkapkan saat menjadi saksi bagi terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin, dan Muhamadiyah, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa (14/1/2020).

"Waktu itu Apif menghadap saya dewan minta uang 200 juta, saya bingung cari duit kemana," kata Zola.

Namun kemudian, Kadis PUPR Jambi Dody Irawan nenyebutkan mencari dana tersebut. "Kata Pak Dody dananya dari kontraktor," sebutnya.

Belakangan, kata Zola, dirinya juga pernah ditemui Apif di rumah dinas terkait adanya anggota Dewan yang belum mendapat jatah ketok palu APBD Jambi 2017.

"Pak Zola, Ada dewan yang belum dapat jatah, uang nya tidak cukup," sebutnya.

Soal bagaimana proses membagikan uang ketok tersebut, Zola mengaku tidak tahu. "Saya tidak tau bagaimana teknisnya. Dan saya juga tidak tau kalau pak Kusnindar yang bagikan," sebutnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments