Minggu, 7 Juni 2020

Asiang dan Mael Ngaku Berikan Uang Tanpa Bukti Surat


Selasa, 14 Januari 2020 | 14:55:44 WIB


Asiang saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (14/1/2020).
Asiang saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (14/1/2020). / Sahrial/metrojambi.com

JAMBI - Direktur PT Sumber Swarna Nusa Joe Fandy Yoesman alias Asiang, mengaku bahwa dirinya juga diminta atau dipinjam uang oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi Budi Nur Rahman, sekitar bulan April 2017.

Pada saat itu kata Asiang, Budi Nur Rahman mengaku diperintahkan oleh Kadis PUPR Dody Irawan meminjam uang sebanyak Rp 1,5 miliar.

"Tidak berapa lama kemudian dia (Budi Nur Rahman) nonjob," ungkap Asiang saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (14/1/2020).

Selain Budi, Asiang yang juga menjadi terpidana dalam kasus ini mengatakan,ia juga pernah meminjamkan uang kepada Apif Firmansyah, orang dekat Zumi Zola, Gubernur Jambi saat itu, sebanyak Rp 1 miliar.

"Waktu saya yang menyerahkan langsung, waktu dia bilang minta bantuan katanya untuk bayar mobil rental," kata Asiang menjawab pertanyaan jaksa KPK.

Lalu jaksa menanyakan apakah ada surat peminjaman atau kwitansi? "Tidak ada," jawab Asiang.

Begitu juga dengan pengusaha Ismail alias Mael. Dia juga mengaku juga memberikan uang kepada Kadis PUPR Dody Irawan sebanyak Rp 500 juta.

"Waktu itu Doddy nelpon minta bantuan," kata Mael.

Menurut Mael, uang itu ia berikan melalui sopirnya Zulfikar, di rumah Doddy.

"Yang diberikan kepada sopirnya Zulfikar," kata Mael yang juga mengaku mendapat beberapa proyek di daerah Bungo.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments