Jumat, 25 September 2020

Tinggi Muka Air Kembali Meningkat di Wilayah Tanjabtim


Rabu, 15 Januari 2020 | 10:45:24 WIB


Tinggi muka air kembali meningkat di wilayah Tanjabtim
Tinggi muka air kembali meningkat di wilayah Tanjabtim / metrojambi.com

 MUARASABAK - Tinggi muka air sejak beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan AWLR BWSS di Kecamatan Berbak, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) meningkat. TMA normal 3,5 meter sedangkan saat ini TMA 4,80 meter-5,10 meter.

Terkait hal tersebut, Pemkab Tanjabtim  bersama Forkopimda telah mengambil langkah-langkah guna mencegah terjadinya resiko bencana banjir. Langkah yang telah diambil yaitu, agar antar instansi terkait melakukan koordinasi secara aktif dalam upaya pelaksanaan penanggulangan bencana banjir dalam upaya pengurangan risiko banjir.

"Mempersiapkan segala sumber daya, peralatan, dan personel untuk menghadapi potensi terjadinya banjir. Melakukan pemantauan secara aktif terhadap terjadinya peningkatan ketinggian air yang bertujuan untuk meminimalisir potensi kerugian serta korban jiwa akibat bencana banjir," ujar Kapolres Tanjabtim, AKBP Deden Nurhidayatullah.

Dikatakannya, kondisi geografis Tanjabtim merupakan wilayah administratif yang berhubungan langsung dengan dua aliran sungai, yaitu Batanghari dan Sungai Berbak. Ini merupakan faktor berpotensi terjadi banjir akibat luapan dari daerah aliran sungai, jika sifat curah hujan yang tinggi terjadi di Wilayah Barat Provinsi Jambi.

"Yang dapat menimbulkan terjadinya banjir di Kabupaten Tanjabtim ini karena wilayah ini terletak di muara aliran sungai Batanghari. Di samping berpotensi banjir akibat luapan air sungai, juga berpotensi terjadinya banjir rob pada wilayah pesisir pantai timur Tanjabtim akibat dari pasang air laut yang berhubungan langsung dengan laut China Selatan," ujarnya.

Sekedar untuk di ketahui berdasarkan data dari pihak BPBD dari 11 kecamatan yang  ada di Kabupaten Tanjabtim, tercatat ada beberapa kecamatan yang masuk wilayah rawan terdampak bencana banjir.

Diantaranya, Kecamatan Muara Sabak Timur, Nipah Panjang, Sadu, Mendahara dan Kuala Jambi. Selain itu ada beberapa wilayah yang berpotensi rawan banjir Rob, di tiga kecamatan itu, yakni Kecamatan, Berbak, dendang dan Rantau Rasau.

Sementara itu, Camat Berbak, A Yani mengatakan, saat ini genangan air masih normal. Bahkan belum ada wilayah yang tergenang.

"Saat ini kita terus melakukan monitoring, dan rutin melaporkan ke pihak Kabupaten terkait perkembangan kondisi saat ini," pungkasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments