Sabtu, 22 Februari 2020

Waspada Banjir, Daerah Diminta Dirikan Posko


Rabu, 11 Desember 2019 | 22:10:55 WIB


Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah / dok.metrojambi.com

JAMBI – Curah hujan di Provinsi Jambi terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak banjir, sebab di hulu sungai debit air terpantau terus mengalami kenaikan.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi belum menaikkan status dari kesiapsiagaan menjadi siaga darurat banjir dan longsor. Pemerintah beralasan, saat ini curah hujan yang masih normal pada awal Desember.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, berdasarkan catatan BMKG situasi yang harus diwaspadai pada dasawarsa minggu ketiga bulan ini. Untuk itu, dia berharap daerah segera menegakkan posko kesiapsiagaan.

"Di BPBD Provinsi Jambi sudah kita dirikan Posko, kita harap di daerah juga melakukan hal yang sama," imbaunya, Rabu (11/12/2019).

Untuk pemetaan daerah, Bachyuni menyebut, ada beberapa titik yang dianggap rawan banjir seperti Kabupaten Tebo, Bungo, Merangin dan Tanjung Jabung Timur. Sementara untuk daerah rawan longsor ada pada daerah Kerinci dan Merangin.  

"Untuk pemetaan lengkap sudah kami sebar ke kabupaten, sehingga dilakukan antisipasi lanjutan, seperti di lima kecamatan di Merangin dan tiga kecamatan di Tebo," terangnya.

Sementara untuk perlengkapan di BPBD Provinsi, kata Bachyuni, sudah siap sedia. Seperti ada satu amfibi, satu kapal cepat, tiga perahu karet, tiga perahu fulteider. Begitupun logistik seperti kotak bantuan lengkap siap pakai (juga terdapat makanan) yang saat ini masih cukup.

"Biasanya kalau perlengkapan dari daerah barat Provinsi Jambi yang lebih dahulu terkena banjir dan longsor, sehingga nanti perlengkapan dan pasukan Tim Reaksi cepat (TRC) bisa kita geser ke sana dahulu, begitupun untuk logistik, nanti jika kurang akan dibantu BNPB," ujarnya.

Untuk peningkatan status banjir dan longsor, menurut Bachyuni, harus melihat status di daerah. Jika ada dua kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat, maka status provinsi akan dinaikkan serupa. "Jika dua naikkan status, provinsi akan naikkan juga," jelasnya.

Sementara untuk kondisi terkini di daerah, Bachyuni mengakui, memang terdapat air tinggi di Kabupaten Tebo. Namun itu kata dia, karena limpahan dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

"Airnya masuk di Tebo, karena Dharmasraya banjir beberapa hari, di Tebo sendiri dari laporan statusnya waspada empat yang artinya tingkat air pada angka 13 meter. Sementara untuk di sungai Batanghari sendiri masih dibawah 10 meter, dimana angka siaganya pada 13,5 meter," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments