Jumat, 5 Juni 2020

Komisi I DPRD Provinsi Jambi Nilai Lokasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kurang Representatif


Kamis, 16 Januari 2020 | 16:39:52 WIB


Komisi I DPRD Provinsi Jambi mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi
Komisi I DPRD Provinsi Jambi mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi / istimewa

JAMBI - Lokasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi dinilai kurang representatif. Ini setelah Komisi I DPRD Provinsi Jambi yang membidangi politik hukum pemerintah, melakukan kunjungan ke dinas tersebut, Kamis (16/1/2020).

Kunjungan ini dilakukan karena sebagai mitra, anggota dewan ingin melihat situasi dan memberikan dukungan moril terhadap kegiatan-kegiatan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah tersebut.

"Kita ingin melihat realitas di lapangan. Dan men-suport kegiatan di sini," ujar Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Hapis Hasibiallah.

Ternyata, selain lokasi yang kurang representatif, insfrastruktur gedung juga kurang memadai. Begitu pula dengan kurangnya koleksi buku bacaan.

"Hal ini nanti akan kita diskusikan bersama. Minimal akan ada penambahan luas lahan nantinya," kata Hapis.

Hapis tak menampik bahwa minimnya anggaran ditahun 2020 ini menyebabkan dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Provinsi Jambi harus mengutamakan mana yang menjadi skala prioritas.

"Dengan minimnya anggaran maka difokuskan untuk prioritas dulu bukan kebutuhan, itu kuncinya," sebutnya.

Oleh karenanya, Hapis meminta kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Provinsi Jambi untuk tetap saling berkoordinasi. "Ke depan, silahkan berkoordinasi, kita siap membantu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi Syamsurizal, menyampaikan apresiasi terhadap mitranya (Komisi I) atas kunjungannya.

"Tadi kami menyampaikan apa program kita tentang minat baca masyarakat untuk datang kesini. Kedepan mudah-mudahan komitmen untuk membantu kita semua didaerah dan komisi I juga telah memberi dukungan," imbuhnya.

Syamsurizal mengakui jika di Dinasnya memang masih terkendala sarana dan prasarana serta koleksi buku. Kendati demikian, pelayanan tetap dilakukan hingga pukul 17.00 WIB.

"Kita terus berupaya memberikan pembenahan terhadap minat baca dan tata laksana ke arsipan," katanya.

Lebih lanjut Syamsurizal mengatakan, untuk ditahun depan pihaknya akan mendapat bantuan tambahan koleksi buku dari perpustakaan nasional. Pasalnya, saat ini masih kekurangan buku terutama di buku kesehatan.

"Karena buku-buku tersebut juga mahal. Sedangkan anggaran ditahun ini turun menjadi 4,5 miliar dari tahun sebelumnya 5,9 miliar," sampainya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut anggota komisi I yaitu M. Juber, Budiyako, Kemas Alfarabi, Zubir Dahlan, Yuli Yuliarti, Ibnu Sina, dan Akmaludin serta tenaga ahli Rio Yusri Maulana.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments