Sabtu, 6 Juni 2020

Menjadi Komoditi Unggulan, Produktivitas Tebu di Kerinci Meningkat


Kamis, 16 Januari 2020 | 16:42:38 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok/metrojambi.com

JAMBI - Selain Kelapa Sawit dan Karet yang saat ini menjadi komoditi unggulan di Provinsi Jambi dan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Ternyata, tebu juga merupakan komoditi terbesar khususnya di kawasan Kabupaten Kerinci.

Kabid Pengembangan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Panca Pria mengatakan, Tebu saat ini sangat berkembang di wilayah Kabupaten Kerinci yang diolah menjadi gula dan merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. "Di Kerinci tanaman tebu memiliki luas 1.650 hektare lahan yang dikelola masyarakat," ujarnya.

Menurut Panca, budidaya Tebu di Kerinci menjadi komoditi yang cukup menjanjikan. Pasalnya Tebu sendiri sudah mulai tumbuh sejak puluhan tahun lalu di sana.

"Tebu di Kerinci ini sudah bisa bertahan lama meski sudah di panen berkali-kali dan dengan rasa yang tak berubah," katanya.

Budidaya tebu di Kerinci, kata Panca memiliki perbedaan dengan tebu pada umumnya. Biasanya kalau tebu yang telah di panen sebanyak tiga kali harus di bongkar dan di ganti dengan bibit yang baru.

Hal tersebut disebabkan karena media tanamnya di wilayah Kerinci dilakukan dengan sistem panen tebang pilih. Di sana, tebu dimanfaatkan dan dikelola menjadi gula batu yang sudah diekspor ke berbagai daerah.

"Gula batu ini dipasarkan ke Wilayah Padang, kota Jambi dan Palembang sebagai bahan baku pembuatan kecap," sebutnya.

Diketahui, untuk saat ini produktivitas tebu di kabupaten Kerinci terus meningkat. Dari 1.650 hektar kebun tebu, dapat menghasilkan 18.562 ton atau sebesar 11.250 kilogram per hektare pertahunnya dengan menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 1.633 KK.

"Tebu ini juga telah mensejaterahkan masyarakat sana yang bisa mengelola tebu dan mengangkat perekonomian di sana," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments