Senin, 17 Februari 2020

Pemkot Jambi Pasang CCTV-ACTS Pantau Pembuangan Sampah


Jumat, 17 Januari 2020 | 11:27:05 WIB


Wakil Wali Kota Jambi, Maulana.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana. / istimewa

JAMBI- Mencegah adanya oknum warga yang membuang sampah sembarangan Pemerintah Kota Jambi melakukan pemantauan melalui kamera CCTV dan Area Traffic Control System (ATCS).

“Kita akan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada seperti adanya kamera CCTV dan sistem ATCS, sudah terpasang di 19 titik Simpang dalam kota Jambi,” kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana.

Dijelaskan Maulana terkait himbauan yang disampaikan pada ATCS akan, waktunya akan di atur. Dalam empat jam sekali pengendara akan di informasikan agar masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan. Tujuannya untuk mengurangi volume sampah di Kota Jambi.

Maulana turut mengakui bahwa volume sampah seusai perayaan natal dan tahun baru meningkat dibanding hari-hari biasanya. Banyak masyarakat yang menggelar kegiatan terutama kegiatan yang digelar di outdoor yang banyak menimbulkan sampah. Sehingga diharapkan peran serta masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan

Sementara itu, Pemerintah kota Jambi saat ini masih mengoptimalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo dalam menampung sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Jambi. Meskipun ada sebagian lokasi yang saat ini sudah tidak lagi digunakan untuk menumpuk sampah karena kondisinya sudah terlalu tinggi.

"Tahun 2020 masih sama, kita tetap mengoptimalkan TPA lama sebelum TPA baru Sanitary Landfill, dioperasionalkan," kata Kadis Lingkungan Hidup (LH) Kota Jambi, Ardi.

Dijelaskan Ardi, pihaknya membagi dua cluster TPA lama tersebut, yaitu zona aktif dan zona pasif. Untuk zona aktif pihaknya menerapkan beberapa teknologi sehingga masih tetap bisa digunakan untuk membuang sampah yang dihasilkan setiap harinya. Sementara untuk zona pasif pihaknya sudah menutup dan tidak lagi digunakan untuk menumpuk sampah.

Menurut Ardi jumlah sampah yang dihasilkan oleh kota Jambi setiap harinya masih berkisar di antara 1.574 kubik. Angka tersebut bersifat fluktuatif, jika ada kegiatan yang bersifat akbar dan mendatangkan masyarakat banyak, maka volume sampah yang dihasilkan meningkat. Namun jika kondisi normal volume sampah yang dihasilkan sama dengan hari-hari biasa.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments