Rabu, 5 Agustus 2020

Dilaporkan Lakukan Pencabulan, Kakek 60 Tahun di Sarolangun Nekat Minum Racun Tikus Saat Diamankan Polisi


Minggu, 19 Januari 2020 | 10:05:11 WIB


TV (60) saat menjalani perawatan di Puskesmas Mandiangin usai meminum racun tikus saat akan diamankan petugas kepolisian karena kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur
TV (60) saat menjalani perawatan di Puskesmas Mandiangin usai meminum racun tikus saat akan diamankan petugas kepolisian karena kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur / istimewa

 JAMBI - Seorang kakek berinisial TV (60), warga Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, diduga mau mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun tikus. Beruntung kejadian itu diketahui petugas kepolisian, sehingga nyawa TV bisa diselamatkan.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 17.00 WIB, Jumat (17/1/2020). TV melakukan aksinya di rumah anaknya yang juga berada di wilayah Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, awalnya TV dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur berinisial TN (9). Laporan tersebut lantas ditindaklanjuti pihak kepolisian.

Setelah dilakukan penyelidikan, TV akhirnya diketahui tengah berada di kediaman anaknya. Kemudian tim gabungan dari Satreskrim Polres Sarolangun dan Polsek Mandiangin langsung bergerak untuk mengamankan TV.

Sebelum diamankan, TV diketahui meminum cairan dari botol kecil warna kuning. Saat ditanyai petugas kepolisian, TV mengaku bahwa yang diminumnya adalah obat anak-anak.

Namun dalam perjalanan ke kantor polisi, TV terlihat lemas. Petugas kepolisian kembali menanyai TV. Kali ini, barulah TV mengaku bahwa yang diminumnya adalah racun tikus.

Adanya kejadian ini dibenarkan Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Bagus Faria.

"Anggota kita langsung membawa pelaku ke Puskesmas Mandiangin untuk dilakukan penanganan medis," ujar Bagus, Minggu (19/1/2020).

Setelah kondisinya dinyatakan membaik, TV langsung dibawa ke Polres Sarolangun untuk diproses secara hukum. "Saat ini pelaku masih kita periksa," pungkasnya.


Penulis: Luncai Hendri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments