Rabu, 12 Agustus 2020

Polda Jambi Gagalkan Peredaran 29 Kg Ganja, Barang Bukti Disembunyikan di Gudang Sekolah


Senin, 20 Januari 2020 | 12:54:18 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat mengekspos penangkapan 29 kilogram ganja beserta dua orang tersangka
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat mengekspos penangkapan 29 kilogram ganja beserta dua orang tersangka / metrojambi.com

 JAMBI - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkona) Polda Jambi berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja sebanyak 29 kilogram. Selain barang bukti ganja, dua orang juga ditangkap terkait kasus ini.

Pelaku ditangkap di Km 181 Sungai Penoban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Sedangkan barang bukti ganja ditemukan di gudang Sekolah Dasar (SD) yang berlokasi di Kebun Daging, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Dua orang pelaku yang ditangkap adalah Joni Tanjung, warga Medan, Provinsi Sumatera Utara, serta Joni Hendra, warga Kebun Daging, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Awalnya, 29 kilogram ganja tersebut dibawa Joni Tanjung dari Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, menggunakan mobil Avanza bernomor polisi BB 1548 LR.

Joni Tanjung membawa paket ganja tersebut atas perintah AD, seorang mantan narapidana. AD memerintahkan Joni Tanjung membawa paket ganja tersebut ke Kota Jambi dan menyerahkannya ke Joni Hendra.

"Setelah menerima paket ganja dari Joni Tanjung, Joni Hendra lantas menyimpannya dalam gudang SD di Kebun Daging," kata Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

"Pengiriman ganja ini dikendalikan oleh seorang eks napi Kota Jambi berinsial AD yang saat ini masih buron," ujar Muchlis menambahkan.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan, gudang SD di kawasan Kebun Daging tersebut sudah dua kali dijadikan tempat penyimpanan ganja oleh tersangka sejak Oktober 2019.

"Sudah beroperasi dari 2019. Ada 15 kilogram yang lolos pada saat itu. Dan itu masih ada karung penyimpanan ganja tersebut," jelas Hendra.

"Saat ini kami masih berupaya menyelidiki dan mengembangkan kasus serta masih mencari keberadaan AD," pungkasnya.

Guna memperganggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka saat ini ditahan di sel tahanan Ditresnarkoba Polda Jambi. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments