Sabtu, 28 Januari 2023

Terkikisnya Nasionalisme Generasi Muda

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:56:12 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Oleh: C. Priadi Pasaribu 

BERI aku seribu orang tua niscaya ku cabut semeru dari akarnya tapi berikan aku sepuluh pemuda yang cinta akan tanah air maka akan ku goncang kan dunia (Bung Karno). Sebuah kutipan kata-kata sang proklamator Indonesia Bung Karno. Memberikan sebuah ajakan semangat perjuangan kepada generasi muda.

Generasi sekarang pastinya berbeda dengan generasi pada zaman sang proklamator Indonesia. Kemajuan teknologi memberikan generasi muda sekarang memiliki banyak kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Teknologi memang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Semakin hari perkembangannya juga semakin pesat. Sebagai produk dari kemajuan akal pikiran manusia perkembangannya juga tidak dapat dihindari. Teknologi informasi menjadi salah satu hasil dari kemajuan teknologi.

Teknologi informasi memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk mendapatkan informasi. Hanya dengan satu genggaman sudah dapat melakukan belanja online sambil berinteraksi melalui media sosial.

Banyaknya media sosial seperti instagram, Facebook, whatsapp memberikan kelancaran untuk mendapatkan berita di belahan dunia mana pun.

Tapi dibalik kemajuan tersebugenerasi muda sekarang sepertinya sudah kehilangan rasa cinta kepada tanah air dan kepada bangsa Indonesia. Terlihat dari media sosial menjadi sebuah candu.

Kebanyakan pemuda pemudi sekarang ini sudah tidak mau lagi berkumpul, mengopi bersama sambil diskusi. Tapi jangankan untuk membicarakan persoalan bangsanya melihat generasi muda sekarang sekadar berinteraksi sudah jarang terlihat. Alih-alih mendekatkan Media sosial malah membuat jarak (merenggangkan yang dekat).

Tidak ada yang salah denganmedia sosial karena dihadirkan untuk membantu manusia. Tetapi manusia yang memanfaatkan media sosial tersebutlah yang kurang bijak dalam memanfaatkannya. Memang keberadaan media sosial tidak dapat dihindari atau harus mau tinggal di dalam gua kembali pada zaman primitif dulu.

Padahal mereka memiliki peranan penting dalam sebuah negara yang tidak dapat dianggap sepele. Generasi muda adalah harapan bangsa generasi pembawa tongkat kepemimpinan. Generasi yang nantinya menjadi generasi penerus untuk mengganti para generasi tua bangsa ini.

Nasionalisme Indonesia

Dilansir dari situs Wikipedia Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal.

Dari pengertian tersebut nasionalisme memiliki sebuah semangat perjuangan, semangat persatuan, mengutamakan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Adannya suatu keinginan untuk bersatu tanpa mempersoalkan latar belakang yang berbeda, mulai dari suku, rasa, daerah, budaya, status sosial maupun agama. Rasa nasionalisme juga menginginkan mempertahankan kedaulatan negaranya dalam mewujudkan cita-cita bersama.

Kemerdekaan Indonesia tidak jauh dari hasil nasionalisme yang diberikan oleh seluruh rakyat Indonesia dan tidak terlepas dari generasi muda.. Tidak puas dengan apa yang telah dilakukan oleh kolonial. Bangsa Indonesia terus tersiksa semasa menjadi tanah jajahan.

Sehingga timbul keinginan untuk berubahnya, bersama-sama bangkit melawan para kolonial. Hingga mendapatkan kemerdekaan Indonesia.

Di tengah kemajuan teknologi Generasi muda menganggap nasionalisme digunakan sebatas memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Terlihat dari anggapan mereka bahwa membicarakan nasionalisme adalah hal yang kuno, ketinggalan zaman. Padahal semangat yang tertuang dari nasionalisme itulah yang perlu ditumbuhkan lagi.

Wujud dari nasionalisme adalah semangat kebangsaan. Semangat yang mencintai tanah dan bangsa Indonesia. Masyarakat dapat memaknai semangat tersebut yang ditunjukkan dengan tingkah laku dan sikap baik secara Individu maupun kelompok.

Sekarang kita dihadapkan dengan segudang persoalan yang mempertanyakan ke relevanan dari nasionalisme. Mencari bentuk pemaknaan dari semangat cinta tersebut.. Kita bisa lihat dari konflik suku atau klaim berdasar agama. Dan yang paling bahaya ialah banyaknya pemuda-pemudi Indonesia yang apatis, hilangnya kesadaran semangat tersebut.Kondisi ini terjadi melihat generasi muda yang tidak peduli dengan negaranya atau bahkan lebih mencintai negara lain ketimbang negeri sendiri. Ini yang seharusnya di benahi ke depannya. Menunjukkan bahwa Indonesia memiliki generasi muda yang rela berkorban demi nusa dan bangsa.

Dan jangan sampai semangat cinta tanah air dan bangsa ini malah tergerus hingga habis
Penulis berharap nasionalisme tetap hidup, dijaga, dirawat hingga cahayanya tak akan pernah redup. Kalau bukan kita siapa lagi?


*Mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Jambi
*Kader GMNI Jambi


Penulis: C. Priadi Pasaribu
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments