Rabu, 12 Agustus 2020

Beberapa Perusahaan Batubara Belum Sampaikan Hasil Produksi Tahun 2019


Minggu, 19 Januari 2020 | 22:07:27 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Hasil sementara produksi batubara dalam sektor pertambangan di Provinsi Jambi pada tahun 2019 mencapai 10,2 juta Metrik Ton (MT) dari target sebesar 11,1 MT. Namun, hingga kini masih ada beberapa perusahaan lagi yang belum menyampaikan hasilnya secara keseluruhan di tahun lalu.

Kabid Pertambangan, Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Novaizal Varia Utama mengatakan, hasil 10,2 juta MT tersebut diantaranya dari Kabupaten Muaro Jambi sekitar 122 ribu MT, Batanghari 2,7 juta MT, Tebo 1,1 juta MT, Bungo 1,3 juta MT, Sarolangun 4,9 juta MT dan Tanjung Jabung Barat 3 ribu MT.

"Masih ada beberapa perusahaan yang datanya baru ada di bulan 10. Sisanya belum mereka sampaikan dan beberapa perusahaan itu ada di Tebo dan Sarolangun," sampainya tanpa menyebut jumlah detail perusahaan yang belum melapor tersebut.

Harusnya, kata Novaizal, seluruh perusahaan batubara sudah menyampaikan hasil produksinya paling lama lima hari setelah berakhirnya tahun 2019. Namun, menurutnya keterlambatan itu disebabkan libur pasca natal dan tahun baru.

"Tapi mudah-mudahan akhir bulan Januari ini semua perusahaan bisa cepat dan lengkap menyampaikan hasil datanya," imbaunya.

Dari hasil produksi 10,2 juta MT itu, Novaizal menyampaikan untuk tujuan penjualan domestik mencapai 7,2 juta MT, sedangkan tujuan luar negeri seperti ke negara China, Malaysia, India dan Vietnam kurang lebih 1 juta MT.

"Sisanya belum terjual. Stok masih ada dipelabuhan dan ditambang," ujarnya.

Lebih lanjut Novaizal mengatakan mulai tahun 2020 ini, pelaporan hasil batubara akan menggunakan system secara online, yakni melalui website Minerba Online Monitoring System (MOMS).

"Tahun ini mulai efektif digunakan. Jadi data produksinya real time perhari disampaikan oleh masing-masing perusahaan," jelasnya.

Sedangkan untuk target produksi batubara di tahun ini sendiri, Novaizal menyebutkan sedikit menurun menjadi 11,8 MT. "Hal itu dimaksudkan agar produksi batubara dapat dibatasi," pungkasnya.

Diketahui, jumlah perusahaan batubara yang masih beroperasi di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 134 perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments