Minggu, 7 Juni 2020

Khairil, Bustami Yahya, Yanti Maria, Muntalia dan Sainudin Tetap Mengaku Tidak Terima 'Uang Ketok Palu'


Selasa, 21 Januari 2020 | 11:57:32 WIB


Sejumlah mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 kembali dihadirkan jaksa KPK ke persidangan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 untuk dikonfrontir, Selasa (21/1/2020)
Sejumlah mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 kembali dihadirkan jaksa KPK ke persidangan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 untuk dikonfrontir, Selasa (21/1/2020) / metrojambi.com

JAMBI -  Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 yang sebelumnya membantah menerima suap 'uang ketok palu' terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018, hari ini, Selasa (21/1/2020), kembali dihadirkan jaksa KPK ke persidangan untuk dikonfrontir.

Diantaranya, Khairil, Bustami Yahya, Yanti Maria, Bustami Yahya, dan Sainudin. Mereka dihadirkan ke persidangan untuk dikonfrontir dengan saksi Kusnindar.

Dalam persidangan, Kusnindar mengatakan dua kali memberikan uang kepada Khairil. Pertama janjian ketemu, yang kedua di rumah.

"Yang kedua diserahkan dalam kantong plastik," kata Kusnindar.

Namun pernyataan Kusnindar dibantah oleh Khairil. Dia mengaku tidak pernah menerima uang dari Kusnindsr.

"Tidak pernah terima," tegas Kahiril.

Namun Kusnindar tetap pada keterangan. Dia mengaku menyerahkan uang itu sebanyak dua kali.

Begitu juga dengan saksi Bustami Yahya. Ia juga mengaku tidak pernah menerima 'uang ketok palu' agar hadir saat pengesahan RAPBD Provinsi Jambi. 

Namun Kusnindar mengaku bahwa pada saat itu, Bustami datang ke Simpang Jelutung. "Saya pinjam mobilnya, lalu saya balik dan uangnya saya tarok di dasbor mobilnya dan dia bilang terima kasih ketua. Yang kedua di Simpang Puncak," ungkap Kusnindar.

Sementara Yanti Maria, juga mengaku tidak pernah menerima uang ketok palu. Namun Kusnindar mengaku yakin bahwa dirinya yang menyerahkan uang kepada Yanti Maria di Puri Mayang dua kali.

"Saya serahkan dua kali," kata Kusnindar.

Begitu juta dengan jatah Muntalia. Menurut Kusnindar, dirinya menyerahkan langsung uang itu kepada Muntalia.

"Dia bilang jangan titiplah," terang Kusnindar.

Namun Muntalia tetap menyangkalnya. "Saya katakan bahwa saya tidak pernah terima," sangkalnya.

Saksi Sainudin juga mengaku tidak menerima uang ketok palu. "Saya juga tidak terima," katanya.

Namun Kusnindar mengaku Sainudin datang menjemput ke rumah dengan menggunakan motor. "Saya ingat itu, yakin," ujarnya.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments