Kamis, 9 Juli 2020

Sidang Berlanjut, Kusnindar Cabut BAP


Selasa, 21 Januari 2020 | 12:56:07 WIB


Persidangan saat berlangsung
Persidangan saat berlangsung / dok

JAMBI - Kusnindar menarik BAP terkait uang jatah Eka Marlina. Dimana sebelumnya, Kusnindar mengaku mengantar langsung uang ketok palu jatah Eka Marlina ke rumahnya.

Pada persidangan kali ini, Kusnindar mengatakan jika dirinya tidak ingat dimana ia menyerahkan uang untuk Eka Marlina. "Pada saat itu saya memang datang ke rumah, tapi waktu itu keadaan sedang ramai, saya pulang. Tapi saya tidak ingat dimana saya menyerahkan," katanya.
 
Jaksa kemudian mempertanyakan keterangan Kusnindar ini. Apalagi Kusnindar ini berbeda dengan keterangan pada persidangan sebelumnya.
 
"Kalau ini saya tidak ingat dimana saya serahkan, karena ini menyangkut nasib orang," kata Kusnindar lagi. 
 
Eka Marlina sendiri tidak menerima uang ketok palu. Soal kedatangan Kusnindar, dia mengatakan bahwa Kusnindar tidak pernah datang ke rumah mengantarkan uang. "Saya tidak menerima," jawabnya.
 
Sementara untuk Hasyim Ayub, menurut Kusnindar pertama diserahkan di rumahnya di Perumahan Villa Gading Mayang. "Saya waktu disuruh masuk dan dikasih minuman kaleng," kata Kusnindar. 
 
Hal ini dibantah Hasyim Ayub. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak menerima. Karena pada saat itu dirinya sedang sakit stroke. "Waktu itu saya sakit stroke di Jakarta," bantahnya. 
 
Untuk Wiwid Iswara, Kusnindar mengaku mengantarkan untuk tahap pertama. Namun pada saat itu,  Wiwid tidak berada di rumah dia meminta diserahkan saja ke istrinya. "Tapi waktu kata pembantu lagi mandi jadi disuruh serahkan kepada pembantu," ungkap Kusnindar.
 
Sementara untuk Syopian, Kusnindar menerima dua kali. "Saya terima dua tahap, kemarin sudah saya terangkan," katanya. Tapi Syopian mengaku belum mengembalikan uang itu. "Belum pak," jawabnya.
 
Begitu juga dengan Edmon, Kusnindar mengaku mengerahkan langsung. Tetapi ini tetap dibantah oleh Edmon. "Saya tidak pernah terima," katanya. 
 
Saksi Salam HD, juga mengaku jika keterangan Kusnindar tidak benar. Bahkan kata dia, gajinya saya uang lain yang diminta mengambil. Dia mengaku tidak pernah mengambil uang kepada Kusnindar. "Yang 200 itu saya tidak pernah terima," katanya. 
 
Namun menurut Kusnindar, uang itu diserahkan dua kali di kantor DPRD Provinsi. "Saya serahkan di kantor. Saya dengan dia satu fraksi dan satu komisi," tegas Kusnindar. Salam HD tetap pada keterangannya. "Saya tidak pernah terima kenapa saya harus kembalikan," tegas Salam. 
 
Hasan Ibrahim mengaku berniat mengembalikan uang yang ia terima. Namun ia belum bisa memastikannya karena masih ada yang mau dijual. "Ada yang mau dijual," sebutnya. 
 
Untuk jatah Suliyati pertama dititipkan kepada  Zainal Abidin, dan yang kedua dititipkan kepada Nurhayati. Keterangan ini dibantah Zainal, juga Suliyati. "Saya tidak pernah terima," kata Suliyati.  

Penulis: Sahrial
Editor: Herri Novealdi



comments