Kamis, 9 April 2020

Sensus Penduduk 2020 = Sensus Perumahan?


Selasa, 21 Januari 2020 | 22:25:24 WIB


/ dok.metrojambi.com

Oleh: Ni Kadek Suardani *)

TAHUN ini, ada 54 negara di dunia termasuk Indonesia akan menyelenggarakan sensus penduduk. Ini merupakan resolusi PBB pada program Sensus Penduduk dan Perumahan dunia tahun 2020 yang diadopsi oleh Economic and Social Counsil pada tahun 2015. Jika dilihat dari istilahnya, kegiatan yg akan dicakup memang tidak hanya mencatat karakteristik penduduk, tetapi juga karakteristik perumahan. Karakteristik seperti apa yang dicatat? Apakah mencakup semua rumah atau rumah milik pribadi saja?

Sensus dapat diartikan sebagai cara pengumpulan data dari semua anggota populasi, tanpa kecuali. Jadi, jika Indonesia adalah sebuah populasi yang isinya seluruh penduduk atau seluruh keluarga, maka sensus penduduk di Indonesia akan mengumpulkan data dari seluruh penduduk atau seluruh keluarga tersebut, tanpa kecuali.

Melalui pendekatan keluarga, penduduk akan ditanya terkait nama, NIK, jenis kelamin, umur, status perkawinan, suku bangsa, agama, alamat, pendidikan dan juga pekerjaan. Karena mencakup seluruh penduduk, maka sensus juga mengumpulkan informasi dari penduduk yang bertempat tinggal tidak tetap, seperti tuna wisma, anak buah kapal berbendera Indonesia, suku terasing, pasien di rumah sakit jiwa, pengungsi, dan lain-lain. Namun kondisi khusus ini tidak memungkinkan menanyakan hal detail seperti halnya pada penduduk bertempat tinggal tetap. Ini sudah menjadi mekanisme baku yang diterapkan BPS sebagai penyelenggara sensus.

Seperti halnya 10 tahun yang lalu, Sensus Penduduk 2020 juga akan mengumpulkan informasi tentang perumahan. Namun, hanya akan ditanyakan pada penduduk yang bertempat tinggal tetap. Karena menggunakan pendekatan tempat tinggal tetap, maka informasi perumahan yang dikumpulkan dalam sensus penduduk tidak melihat apakah tempat tinggal tersebut sudah menjadi miliknya atau tidak. Sensus penduduk tetap mencatat karakteristik perumahan dari tempat tinggal sebuah keluarga walaupun statusnya sewa, kontrak, rumah warisan yang bebas ditempati, rumah dinas, atau tempat tinggal dengan status yang lain.

Adapun informasi perumahan yang akan dikumpulkan pada Sensus Penduduk 2020 selain status kepemilikan rumah adalah: penggunaan listrik, sumber air minum, fasilitas tempat buang air besar, dan jenis lantai terluas. Informasi ini karena dikumpulkan dari seluruh keluarga di Indonesia yang bertempat tinggal tetap maka sensus penduduk juga diistilahkan dengan sensus perumahan.

Salah satu manfaat dari hasil sensus perumahan ini adalah diketahuinya secara lebih tepat berapa kebutuhan rumah di Indonesia. Indikatornya adalah jumlah keluarga yang tempat tinggalnya bukan milik sendiri. Sejalan dengan jumlah penduduk di Indonesia yang cenderung terus bertambah, maka kebutuhan perumahan juga demikian. Apalagi dengan pendapatan penduduk milenial yang juga cenderung meningkat, rumah tidak hanya menjadi kebutuhan tempat tinggal tetapi juga investasi.

Selain itu data perumahan juga masih menjadi salah satu sumber data yang cukup akurat dalam menyusun basis data terpadu untuk program percepatan penanggulangan kemiskinan yang menjadi ranahnya TNP2K. Dalam praktiknya kita juga masih menemukan program penanggulangan kemiskinan melalui bedah rumah di sejumlah daerah yang tentunya menggunakan data perumahan. Perbaikan sanitasi, pembangunan sarana air bersih, dan kebijakan lain bersumber data perumahan juga sangat mengandalkan hasil sensus penduduk atau sensus perumahan ini.

*) Penulis adalah alumni Magister Ekonomi UI dan kini sebagai Kasi Integrasi Pengolahan Data pada BPS Provinsi Jambi


Penulis: Ni Kadek Suardani
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments