Jumat, 28 Februari 2020

Dua Lagi Pelaku Pencurian di Sarolangun Ditangkap, Satu Orang Masih DPO


Rabu, 22 Januari 2020 | 11:56:24 WIB


Pelaku pencurian yang berhasil ditangkap
Pelaku pencurian yang berhasil ditangkap / istimewa

JAMBI – Anggota Unit Reskrim Polsek Pauh, Kabupaten Sarolangun kembali berhasil menangkap dua orang terkait sejumlah laporan aksi pencurian. Penangkapan merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang pelaku sebelumnya, yakni HG alias Bujang (22), warga Desa Belango, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, melalui Kapolsek Pauh Iptu I.B. Made Oka Wijaya mengatakan, dua pelaku yang ditangkap belakangan adalah FD (19) dan IG (32), warga Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.

“Satu orang lainnya masih DPO (daftar pencarian orang), berinisial IW alias Oto. Warga Sumsel,” ujar Made Oka, Rabu (22/1/2020).

Made Oka menerangkan, awalnya Jumat (17/1/2020) lalu pihaknya menangkap HG alias Bujang, dan saat diinterogasi mengaku melakukan aksi kejahatan bersama dengan FD, IG, dan IW. Berbekal keterangan HG, anggota Unit Reskrim Polsek Pauh lantas mencari keberadaan ketiganya.

Sekira pukul 22.00 WIB, Senin (20/1/2020), anggota Unit Reskrim Polsek Pauh menangkap IG di RT 13 Kecamatan Pauh. Kemudian sekira pukul 23.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap FD di kediaman orang tuanya di Desa Danau Serdang, Kecamatan Pauh.

“Anggota juga sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berperan sebagai penerima barang curian, namun yang bersangkutan tidak ditemukan,” kata Made Oka.

Lebih lanjut Made Oka mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga pelaku yang berhasil ditangkap. “Ketiganya dijerat dengan pasal 363 ayat (2) KUHP,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelapor atau korban aksi kejahatan HG dan ketiga rekannya adalah SN, warga Pauh Hilir, Kecamatan pauh, Kabupaten Sarolangun.

Made Oka mengatakan, dalam laporannya SN menyebutkan pada hari Rabu tanggal 15 Januari 2020 sekira pukul 17.30 WIB, ia pulang dari bekerja dan memasukan sepeda motor Honda Beat miliknya ke dalam rumah dalam keadaan kunci menempel di swis sepeda motor.

Kemudian pada tanggal 16 Januari 2020 pada saat orang tua pelapor hendak ke masjid melaksanakan Salat Subuh, melihat sepeda motor Honda Beat sudah hilang dan pintu samping sudah dalam keadaan terbuka.

Selain sepeda motor, barang yang hilang sebuah senapan angin dalam keadaan bagus seharga dua juta rupiah.


Penulis: Luncai Hendri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments