Rabu, 26 Februari 2020

Sebelum Terjadi OTT, Erwan Malik Ternyata Pernah Lapor KPK Soal Permintaan Uang oleh Anggota DPRD


Kamis, 23 Januari 2020 | 15:55:18 WIB


Zumi Zola, Erwan Malik, Supriyono, dsn Joe Fandy Yoesman alias Asiang saat menjadi saksi sidang kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal
Zumi Zola, Erwan Malik, Supriyono, dsn Joe Fandy Yoesman alias Asiang saat menjadi saksi sidang kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal / metrojambi.com

JAMBI - Mantan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Erwan Malik, mengungkapkan jika dirinya pernah melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya permintaan uang dari anggota DPRD Provinsi Jambi untuk mengesahkan RAPBD tahun 2018.

Namun karena laporan tersebut tidak dilanjutkan, malah menjadi boomerang bagi Erwan Malik. Ini seperti disampaikan jaksa KPK, Feby Dwiyandos.

"Saksi (Erwan Malik, red) pernah ya melaporkan adanya permintaan uang ini ke KPK?" tanya jaksa Feby.

"Ya, pernah pak. Waktu itu, saat (tim, red) KPK mengunjungi Jambi, saya bertemu pak Choky," jawab Erwan, yang menjadi saksi dalam sidang kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, Kamis (23/1/2020) di Pengadilan Tipikor Jambi.

Mendapat jawaban tersebut, jaksa Febi menyayangkan Erwan tak meneruskan laporan tersebut, hingga terjadinya pemberian uang kepada anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

"Sebenarnya apa yang anda lakukan itu sudah 90 persen di jalan yang benar. 10 persennya saja kenapa tidak dilanjutkan," kata Feby.

"Mungkin karena laporan itulah, KPK langsung menyadap telepon," lanjut Feby.

Sementara itu, Indra Armendaris, kuasa hukum terdakwa Elhelwi, mempertanyakan komitmen Erwan Malik, yang pada akhirnya bersedia memenuhi permintaan 'uang ketok palu tersebut'.

"Kenapa awalnya menolak uang tersebut, namun pada akhirnya memberikan juga?" tanya Indra.

"Karena banyaknya desakan dari ketua dan anggota dewan pak," jawab Erwan.

Erwan sendiri telah menjadi terpidana dalam kasus ini, bersama mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi Saipudin, mantan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi Arpan, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, serta pengusaha Joe Fandy Yoesman alias Asiang.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments