Senin, 13 Juli 2020

Tiga Lapas di Jambi Rawan Peredaran Narkotika


Senin, 11 November 2019 | 11:25:45 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Peredaran narkotika di Provinsi Jambi ternyata mayoritas dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Bahkan cukup mengagetkan, persentasenya lebih dari 50 persen peredaraan narkotika Jambi dikontrol lewat balik jeruji besi tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta mengungkap, angka pengendalian narkotika di Jambi yang dikendalikan dari dalam Lapas mencapai 60 persen. Maka tak heran, kerap kali aparat kepolisian dan Lapas menangkap penyelundupan narkotika ke dalam lapas, termasuk petugas Lapas yang ditangkap akibat terlibat barang haram itu.

Sehingga diyakini, ini juga yang menjadi salah satu penyumbang posisi Jambi di peringkat ke 4 nasional dalam peredaran dan penggunaan narkotika di Indonesia.

"Mayoritas 60 persen narkotika di Jambi ini memang dikendalikan dari lapas, bandarnya di sana,” ungkapnya.

Tetapi, tegas dia, persoalan ini bukan hanya terjadi di Jambi. Secara nasional, peredaran narkotika juga mayoritasnya dikendalikan dari dalam lapas, persentasenya juga mencapai 60 persen.

Diungkapkan Dir Reserse Narkoba Polda Jambi, bahwa di Jambi ada tiga lapas yang paling rawan pengendalian dan peredaran narkotika. Ketiga Lapas itu masuk dalam pengawasan mereka.

Disebutkannya, ketiga Lapas itu yakni Lapas Klas IIA Jambi, Lapas Narkotika Klas II B MA Sabak dan Lapas Klas II B Kualatungkal. "Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Lapas maupun Kemenkumham Jambi sendiri, makanya banyak yang sudah terungkap jaringan nya," tegasnya.

Salah satu bentuk koordinasi dan menekan agar tidak ada lagi pengendalian dari lapas, jelasnya, yakni memindahkan napi-napi yang memiliki indikasi bandar narkoba dari lapas yang ada di Jambi ke lapas Nusa Kambangan. "Berkat koordinasi dengan pihak Lapas dan Kemenkum, ada puluhan napi di Lapas Jambi yang di pindahkan ke Nusa Kambangan yang hukuman nya di atas 10 tahun dan ada indikasi, termasuk Diding," ujarnya.

Selain itu, pihaknya dan Kemenkum nantinya akan meminta bantuan pemerintah Provinsi Jambi dalam penambahan kamera CCTV di dalam lapas yang ada di Jambi. "Kita minta bantuan dengan Pemprov untuk penambahan CCTV guna melakukan pengawasan," sebutnya.

Total saat ini, ada 21 narapidana yang tertangkap mengendalikan narkotika dari dalam lapas. Termasuk keterlibatan sipir di lapas juga terungkap.

"Ini bentuk bentuknya dari kerjasama, Alhamdulillah bisa terungkap. Itu semua dari tiga Lapas, yakni Lapas Klas IIA Jambi, Lapas Narkotika Muara Sabak, dan Lapas Kuala Tungkal," katanya.

Dia berharap, terus ada pengawasan dari semua pihak baik lapas maupun ke polisi sehingga peredaran narkotika dapat di tanggulangi. "Kita harapkan peran serta semua pihak sehingga narkotika bisa di basmi," tandasnya.


Penulis: Novri / Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments